Breaking News:

Berita Bekasi

Melunturnya Budaya Jual Beli di Pasar Tradisional Imbas Penjualan Online

Melunturnya Budaya Jual Beli di Pasar Tradisional Imbas Penjualan Online. Berikut Selengkapnya

Warta Kota/Muhammad Azzam
Harga cabai dan bawang mengalami kenaikan di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi geliat perekonomian masyarakat, terutama bagi pedagang di pasar tradisional.

Sejak Covid-19 mewabah pada tahun lalu, cukup banyan masyarakat yang membeli barang-barang kebutuhan pangan secara online melalui aplikasi..

"Sekarang kan apa saja dijual online. Apalagi pas Covid-19 kayak gini. Banyak masyarakat yang takut datang ke pasar karena dikira berkerumun, jadi mereka belinya online," kata Iswadi (40) pedagang daging sapi di Pasar Baru Bekasi pada Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: Kapten Arm Tunggul Wijaya Terserang Stroke, Badannya yang Tegap Kini Terkulai Lemah

Iswadi menjelaskan cukup banyak kehilangan pelanggan sejak pandemi mewabah.

Hal itu terlihat dari menurunnya jumlah masyarakat yang datang ke pasar tradisional untuk membeli bahan kebutuhan pangan.

Baca juga: Doa Putra Kapten Arm Tunggul Wijaya Mulai Terjawab, Korem 102/Pjg Tanggung Pengobatan Ayahnya

"Banyak pelanggan saya yang sudah enggak kelihatan ke pasar. Katanya mereka beli online. Sampai sekarang," ucapnya.

Padahal, membeli langsung bahan kebutuhan pangan di pasar tradisional merupakan budaya nenek moyang. Dengan datang langsung ke pasar, terjalin komunikasi antar pedagang dan pembeli untuk saling tawar-menawar.

"Di online mana bisa nawar? Kalau datang langsung kan bisa. Pembeli juga bisa milih bahan-bahan yang masih segar dan berkualitas," kata Iswadi. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved