Breaking News:

Kriminalitas

Banding Terdakwa Pencabulan Anak Misdinar di Gereja Depok Ditolak, Korban Menangis Haru

Pengadilan Tinggi Bandung Tolak Banding Terdakwa Pencabulan Anak Misdinar di Gereja Depok, Korban Mengucap Syukur

Istimewa
Ilustrasi 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat memutuskan menolak banding yang diajukan terpidana Syahril Parlindungan Marbun atas putusan maksimal yang dibuat Pengadilan Negeri Depok pada 6 Januari 2021 dalam perkara nomor 473/Pid.Sus/2020/PN.Dpk.

Syahril mengajukan banding atas perkara kekerasan seksual atau pencabulan yang dilakukannya berdasarkan vonis Majelis Hakim PN Depok.

Pengadilan Tinggi Bandung menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Depok dengan hukuman penjara 15 Tahun Penjara dan denda Rp 200 juta serta membayar Restitusi pada kedua korban. 

Kuasa Hukum para korban, Azas Tigor Nainggolan mengaku pihaknya bersyukur atas putusan PT Bandung tersebut dan menilai langkah yang dilakukan PT Bandung sudah tepat.

Baca juga: Doa Putra Kapten Arm Tunggul Wijaya Mulai Terjawab, Korem 102/Pjg Tanggung Pengobatan Ayahnya

"Puji Tuhan, Terima kasih Tuhan. Kau dengar doa dan tangisan para korban. Kau kabulkan doa kami dan para korban kekerasan seksual pada anak di lingkungan gereja St Herkulanus Depok, Jawa Barat," papar Tigor saat dihubungi Warta Kota melalui sambungan telepon, Sabtu (3/4/2021).

Kepada Warta Kota, Tigor mengatakan pihaknya percaya kebesaran Tuhan atas apa yang telah dialami para korban yang masih di bawah umur.

Sehingga majelis hakim memutus langkah terpidana dalam mencari keringanan hukuman dalam perbuatannya itu.

Baca juga: Kapten Arm Tunggul Wijaya Terserang Stroke, Badannya yang Tegap Kini Terkulai Lemah

"Walau langit akan runtuh keadilan harus ditegakan. Walau banyak pihak yang ingin membungkam suara korban kekerasan seksual, keadilan Tuhan tidak bisa dibungkam,"

"Jangan bungkam korban kekerasan seksual pada anak. Terima kasih untuk dukungan semua teman relawan, wartawan kepada korban dan keluarganya," ujarnya.

Mewakili para korban, Tigor mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui alasan terdakwa mengajukan banding.

Padahal, menurutnya, apa yang diputuskan majelis hakim PN Depok telah sesuai dan sudah seharusnya terdakwa dijatuhi vonis maksimal.

Baca juga: Kian Membaik, Jumlah Wisatawan ke Bali Kini Sudah Capai Separuh Kunjungan Sebelum pada Masa Pandemi

"Apalagi yang dia cari? Semua (tindakan asusilanya) sudah terbukti dan keputusan hakim PN Depok itu sudah tepat," akunya.

PT Bandung menolak gugatan banding yang diajukan Syahril pada akhir Februari 2021 setelah mendapat putusan majelis hakim PN Depok.

Putusan tersebut menyatakan Syahril terbukti salah secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindakan kriminal asusila kepada anak di bawah umur yang menjadi anak didiknya di Misdinar.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved