Breaking News:

Berita Jakarta

Anggota DPRD DKI Kenneth Nilai Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi Covid-19 Belum Diperlukan

"Saya berharap Pak Anies bisa berbenah di tengah pandemi Covid-19 ini, jangan lebih memfokuskan kepada pembangunan infrastruktur di Jakarta

istimewa
Anggota DPRD DKI Kenneth 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, untuk tidak lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Jakarta dan lebih fokus kepada penanganan Covid-19, serta kesejahteraan warga yang kesulitan ekonomi karena terdampak langsung Pandemi Covid-19.

"Saya berharap Pak Anies bisa berbenah di tengah pandemi Covid-19 ini, jangan lebih memfokuskan kepada pembangunan infrastruktur di Jakarta, tetapi prioritaskanlah kepada pembagian Bantuan Sosial Tunai yang hingga saat ini masih belum merata, warga menengah ke bawah yang terdampak langsung Pandemi Covid-19 ini sangat membutuhkannya. Saya juga mau mengingatkan Pak Anies akan janji kampanyenya, yang tidak akan fokus membangun benda mati, tetapi akan fokus kepada manusianya, apakah Pak Anies sudah lupa akan janji kampanyenya ini?," kata Kenneth dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Pria yang kerap disapa Kent itu menambahkan, ada sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di Jakarta yang tidak terlalu penting di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, seperti revitalisasi trotoar, revitalisasi Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), dan Pagelaran Formula E.

Baca juga: Jasa Marga Catat 150 Kendaraan Kembali Ke Jabodetabek pada H-1 Hari Raya Paskah

Baca juga: BANJIR Bandang Terjang Flores Timur, BNPB: 23 Orang Meninggal Dunia, 2 Orang Belum Ditemukan

Baca juga: Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kunjungi GBI Fatmawati dan Gereja St Andreas Kebon Jeruk Sore Ini

"Jadi Pak Anies tak perlu terlalu terfokus kepada pembangunan di tengah pandemi Covid-19, karena memang belum terlalu urgent untuk warga Jakarta, gunakan hati nurani Anda. Bayangkan warga wajah masyarakat menengah ke bawah yang kesusahan tidak bisa makan karena terdampak Pandemi Covid-19 ini, Program Bantuan Sosial dari Pemprov masih tidak merata dan masih banyak masyarakat terdampak yang tidak mendapatkan bantuan," tuturnya.

Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu menambahkan, program infrastruktur yang urgent dan seharusnya dilakukan saat ini adalah pembenahan infrastruktur untuk pencegahan banjir di ibukota.

"Jika yang nyata dan yang penting seharusnya dilakukan saat ini adalah pembenahan drainase dan penanganan banjir. Jadi tidak perlu diprioritaskan untuk revitalisasi trotoar dan JPO, itu tidak urgent," tegasnya.

Kent pun membeberkan revitalisasi trotoar pada 2021 yang ditargetkan sepanjang 26 kilometer. Namun, angka tersebut masih jauh dibanding dari tahun sebelumnya. Target itu berkurang, karena kondisi keuangan Pemprov DKI terganggu akibat pandemi Covid-19.

"Jadi jangan terlalu dipaksakan untuk merevitalisasi trotoar, padahal keuangan tidak ada, lebih baik ditunda dulu karena kita semua masih terdampak Pandemi Covid-19. Proyek bisa diteruskan jika perekonomian di Jakarta sudah stabil," tuturnya.

Kata Kent, seperti penataan trotoar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2021 senilai Rp60 miliar.

"Itu uang yang sangat banyak hingga Rp60 miliar, jangan menggunakan uang rakyat dan menghambur-hamburkan untuk kebutuhan yang tidak diperlukan saat ini, memaksakan sekali, dan juga saya menyoroti pembangunan jalur sepeda yang mubazir, kalau ujung - ujungnya sepeda bisa di bawa naik MRT, untuk apa di buat jalur sepeda?," ketus Kent.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved