Breaking News:

VIDEO Satpol PP Segel Apartemen di Kota Tangerang yang Dijadikan Sarang Prostitusi

Penyegelan tersebut dilakukan lantaran sebelumnya dua kamar itu diduga dijadikan sebagai sarana prostitusi oleh 2 orang perempuan berinisal BN dan MW

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Dijadikan tempat prostitusi, dua unit kamar di salah satu apartemen bilangan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang disegel petugas Satpol PP setempat. 

Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata 

WARTA KOTA, TANGERANG - Dua unit kamar di salah satu apartemen bilangan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang disegel petugas Satpol PP setempat.

Penyegelan tersebut dilakukan lantaran sebelumnya dua kamar itu diduga dijadikan sebagai sarana prostitusi oleh dua orang perempuan yang berinisal BN dan MW.

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya beberapa bekas alat kontrasepsi di kedua kamar tersebut.

Terlebih pada aplikasi di handphone keduanya didapati beberapa bukti transaksi yang menguatkan dugaan bisnis prostitusi ini.

Baca juga: Satpol PP Kabupaten Tangerang Jaring 32 PMKS, Dites Rapid Antigen Sebelum Dikirim ke UPT Rehab

"Kami mendapati dua terduga PSK dan didapati bukti-bukti yang mengarah ke sana," ujar Ghufron Falfeli, Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang kepada Warta Kota, Jumat (2/4/2021).

Ia menjelaskan kedua terduga PSK tersebut untuk selanjutnya dilakukan pembinan.

Dengan mengirimkan mereka kepada Dinas Sosial Kota Tangerang.

"Keduanya kami lakukan pendataan, untuk selanjutnya dilakukan pembinaan oleh teman-teman yang ada di Dinsos," ucapnya.

Baca juga: Satpol PP Sebut Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Bogor Buka Saat Ramadhan Kena Sanksi

Menurutnya penangkapan terduga PSK dan penyegalan kedua kamar yang disinyalir digunakan sebagai sararana prostitusi tersebut tidak terlepas dari peran pengelola dan kemananan setempat.

Dirinya juga berharap penegakan peraturan daerah No. 8 Tahun 2005 tentang pelacuran dapat lebih optimal.

"Kami bekerja sama dengan sekuriti manajamen, jadi kami sama-sama berkomitmen antara Pemerintah Kota Tangerang dan manajemen untuk menegakan Perda No. 8 Tahun 2005 tentang larangan prostitusi," kata Ghufron.

Baca juga: Kamar Apartemen di Kota Tangerang Disegel, Diduga Dijadikan Sarana Prostitusi

Ghufron mengatakan tanpa ada dukungan dari pengelola apartemen, serangkaian kegiatan operasi yang dilakukannya secara rutin tidak akan berjalan dengan optimal.

Sehingga peran aktif dari seluruh masyarakat diharapkan dapat terus berkesinambungan.

"Kami berharap dukungan dan peran serta masyarakat mau pun pengelola apartemen yang ada di Kota Tangerang untuk memberikan informasi jika di sekitar ditemukan indikasi pelanggaran peraturan daerah," ungkapnya. (dik)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved