Berita Bogor

Bima Arya Sampaikan LKPJ 2020 di Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor, Sebut Realisasi PAD 117 Persen

Bima Arya Sampaikan LKPJ 2020 di Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor, Sebut Realisasi PAD 117 Persen.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Dok. Pemkot Bogor
Bima Arya Sampaikan LKPJ 2020 di Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor, Sebut Realisasi PAD 117 Persen. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Bima Arya sampaikan LKPJ 2020 di Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor, sebut realisasi PAD 117 persen.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyampaikan data dan dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2020 kepada DPRD Kota Bogor dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, di Kota Bogor, Rabu (31/3/2021).

"Tadi saya sampaikan data dan dokumennya, nanti akan ada pembahasan dan masih berproses. Kita berharap bisa bersama-sama mengevaluasi karena targetnya itu. 2020 ini apa yang perlu dievaluasi dan apa yang perlu dikuatkan, ke depan akan diproses seperti itu," kata Bima Arya usai rapat paripurna.

Di hadapan anggota DPRD Kota Bogor dan perangkat daerah yang mengikuti secara virtual, Bima Arya menjelaskan tahun 2020 adalah tahun yang berat.

Sejak dirinya terkonfirmasi sebagai pasien 001 Covid-19 di Kota Bogor pada 19 Maret hingga 31 Desember 2020 terhitung ada 5 ribu lebih warga terpapar Covid-19.

Baca juga: Bima Arya Sampaikan Ingin Tingkatkan IPM Kota Bogor dalam Musrenbang 2022, Ini Penjelasannya

Survei menyebutkan, akibat dari Pandemi ini, 77% warga penghasilannya berkurang, 37% di PHK dan 19% warga harus menjual asetnya untuk bertahan hidup.

Beberapa kebijakan yang telah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama pihak lain lakukan untuk mengendalikan dampak ini.

Di antaranya bansos untuk 90 ribu warga miskin sejumlah Rp 44 miliar, dan bantuan Iuran BPJS untuk 200 ribu warga senilai Rp 90 miliar dari APBD Kota dan Jabar.

Baca juga: Bima Arya Ungkap Kunci Sukses Membangun Kota, Inilah 5 Poin yang Harus Dijalankan Kepala Daerah

Kemudian Wifi gratis untuk sekolah daring di 797 titik senilai Rp 6 miliar, insentif 797 RW Siaga senilai Rp 2,3 miliar, pengembangan wisata alam Mulyaharja senilai Rp 2,3 miliar.

Ikhtiar untuk selalu berinovasi dalam pelayanan publik tetap dilaksanakan jajaran Pemkot Bogor hingga mampu meraih 33 penghargaan, diantaranya Kota paling inovatif di Indonesia, Empat kali berturut-turut WTP dari BPK.

SAKIP dengan predikat BB atau sangat baik, Juara 1 Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyampaikan data dan dokumen dalam LKPJ 2020 di Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyampaikan data dan dokumen dalam LKPJ 2020 di Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)

Lalu, Perencanaan Pembangunan Terbaik Tingkat Jawa Barat, Juara 1 P2WKSS dan PKK Se-Jawa Barat, Pemda Terbaik Dalam Pembangunan Kepemudaan Tingkat Jawa Barat.

"Untuk PAD Kota Bogor mencapai 117% dari target atau meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya sehingga Pendapatan Tahun 2020 mencapai Rp 2,4 triliun," papar Bima Arya

Sedangkan realisasi belanja sebesar 89% atau 1% lebih rendah dibandingkan tahun kemarin, hal ini karena efisiensi anggaran perjalanan dinas dan makan minum rapat sebab pertemuan yang dilaksanakan secara online serta BTT yang sepenuhnya tidak terserap," jelasnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kota Bogor Jemput Bola, Ini Penjelasan Bima Arya

Selain hal tersebut, bersamaan dengan pelaksanaan anggaran, Pemkot Bogor terus melaksanakan kegiatan prioritas seperti Reduksi 115 angkot dengan pola 2:1, kajian FS Trem, DED Park & Ride di Terminal Bubulak, Pembukaan Fly Over Martadinata, Pembukaan Fly Over BORR hingga Kayumanis.

FS Wisata Alam Ekoriparian Ciliwung di Sukaresmi, Pembukaan Blok F Pasar Kebon Kembang, Lomba Kampungku Bersih, Kajian sarana olahraga di 3 Kecamatan, Pembukaan Pusat UKM Dekranasda yang membina 485 UKM, urban Farming yang membuka 582 kesempatan kerja, Penyelenggaraan Bogor Street Festival.

Baca juga: Wali Kota di Indonesia Berkumpul di Singkawang, Kata Bima Arya Kota Bogor dan Singkawang Serupa

HJB dan helaran budaya lainnya, 51 beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, 5.512 RTLH dari anggaran kota, Jabar dan pusat, Insentif 2.596 guru ngaji, Bantuan kepada 500 keluarga Program Jaga Asa dan 922 unit sarana kesehatan di RSUD senilai Rp 68 Miliar.

Usai mendengar paparan Wali Kota Bogor, Bima Arya, DPRD Kota Bogor akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas LKPJ Wali Kota Bogor Tahun 2020.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved