Breaking News:

Wakil Ketua LPSK Dinilai Bertindak Seperti Pengacara di Kasus Dugaan Pelecehan Kepala BPPBJ

Wakil Ketua LPSK Dinilai Bertindak Seperti Pengacara di Kasus Dugaan Pelecehan Kepala BPPBJ. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Warta Kota
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu kembali menyerang Kepala BPPBJ DKI Jakarta nonaktif, Blessmiyanda, terkait kasus dugaan pelecehan.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Blessmiyanda, Suriaman Panjaitan. 

Menurut Suriaman, Partogi menyerang dengan cara menyampaikan pernyataan provokatif yang menyudutkan Blessmiyanda di salah satu media daring nasional yang ditayangkan pada Rabu (31/03/2021) sore, sekitar pukul 17: 09.

Dalam berita tersebut, Partogi menyampaikan “Korban sudah tidak tahan lagi menahan penderitaan selama setahun belakangan”.

TELANJUR Viral, Kominfo Minta Masyarakat Tak Sebarkan Video Amatir Serangan Mabes Polri

Kemudian, dia juga menyampaikan, “Selasa kemarin korban datang ke kantor kami menceritakan semua peristiwa pelecehan itu,”.

Suriaman merasa heran atas pernyataan Partogi yang kerap berubah-ubah dan sering mengada-ada sejak kemunculan isu dugaan pelecehan seksual yang dilakukan kliennya.

“Sebenarnya korban ini datang ke LPSK itu kapan? Rabu ini bilang kemarin. Pekan lalu beda, pekan ini ngomong beda lagi. Sekarang dia juga bilang sudah setahun diduga pelecehan itu terjadi, besok bilang apa?,” ucap Suriaman ketika dihubungi wartakotalive.com, Kamis (1/4/2021).

Suriaman pun mengingatkan Partogi soal posisinya sebagai pejabat Negara yang harus bertindak sesuai dengan peraturan yang ada.

Beresiko Picu Klaster Baru, Wakil Wali Kota Depok Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Lebaran

“Dia ini pejabat Negara yang bertugas sebagai Wakil Ketua LPSK, bukan Pengacara korban. Apa dasar hukum dia menyampaikan pernyataan-pernyataan yang terkesan membunuh karakter klien kami ke media atau publik. Kalau mau jadi Pengacara, mundur dari LPSK, begitu aturan di UU Advokat,” tukas Suriaman.

Suriaman menambahkan, agar pernyataan-pernyataan Partogi tak berujung fitnah pada kliennya karena sering berubah-ubah dan sering mengada-ada, Partogi pun diminta menunjukan kepada wartawan sejumlah dokumen yang telah dipenuhi korban saat pelaporan ke LPSK.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved