Breaking News:

Kasus Mafia Tanah Terungkap, Polda Banten Raih Penghargaan dari Lemkapi, Berikut Pernyataan Kapolda

Polda Banten dapat penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) atas keberhasilan ungkap kasus mafia tanah.

Editor: Panji Baskhara
ISTIMEWA
Polda Banten dapat penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) atas keberhasilannya mengungkap kasus mafia tanah. Foto: Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho. 

Tubagus menyebutkan kasus yang dilaporkan Dian Rahmiani diduga kuat memenuhi unsur tindak pidana.

Karena itu, pihaknya tengah mengumpulkan sejumlah alat bukti sebelum menetapkan tersangka atas kasus tersebut.

"Memang diduga ada yang dipalsukan atau ada kewajiban yang tidak dilakukan. Apakah itu bisa jadi pidana atau tidak, sekarang lagi dikumpulkan alat bukti untuk menentukan siapa tersangkanya," kata Tubagus.

Polda Metro Jaya telah membentuk Satgas Anti Mafia Tanah untuk memberantas sindikat mafia tanah yang ada di DKI Jakarta.

Penyidikan kasus ini, menindaklanjuti laporan Dian Rahmiani yang tertuang dalam nomor LP/366/I/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ, tanggal 21 Januari 2021.

Dalam laporannya di Polda Metro Jaya, Dian Rahmiani mengaku ditipu oleh sindikat mafia tanah kelas kakap.

Dian dan saudaranya kehilangan rumah dan tanah warisan peninggalan orang tuanya senilai Rp180 miliar di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sementara kuasa hukum korban, yaitu Hartanto, SH berharap kasus kliennya ini bisa cepat terungkap oleh Tim Satgas Anti Mafia Tanah.

Dia berharap agar para tersangka yang sudah merugikan kliennya itu bisa segera dijebloskan ke penjara.

"Kami sangat berharap tim Satgas Anti Mafia Tanah yang sudah dibentuk ini bisa cepat tanggap dan dalam hal ini dengan laporan yang sudah kita buat tim satgas ini bisa cepat menentukan siapa tersangkanya dalam perkara yang sedang saya jalani agar cepat terungkap," kata Hartanto.

Hartanto juga juga berharap dengan dibentuknya Satgas Mafia Tanah, warga yang memiliki kasus serupa atau menjadi korban bisa melaporkannya.

"Harapan saya dengan dibentuknya tim Satgas Anti Mafia Tanah ini biar banyak orang tahu semua rekan-rekan yang merasa punya masalah dengan hak tanahnya akibat mafia tanah jangan segan-segan datangi tim Satgas Anti Mafia Tanah yang ada di Polda Metro Jaya. Contohnya kami sudah datangi dan direspon dengan baik," kata Hartanto.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Ancam yang Danai Mafia Tanah

Sebelumnya diberitakan,Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 9 orang yang terlibat mafia tanah di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Satu di antaranya merupakan seorang pengacara.

Sebanyak 9 orang itu berinisial HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, LR dan AD kini diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Waka Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan lokasi lahan yang sempat ingin dikuasai pelaku berada di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 50, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lahan itu merupakan area pemukiman yang ditempati oleh 50 orang warga, termasuk beberapa di antaranya ada bangunan kos-kosan hingga ruko dan perkantoran.

"Mereka memaksa penghuni tanda tangan kertas surat pengosongan, sehingga dapat dilakukan pemagaran dan dapat diklaim sebagai milik mereka," kata AKBP Setyo, Rabu (10/3/2021).

Dikatakan Setyo, bahwa tersangka aktor intelektual berinisial AL yang mendanai para preman masih dalam pengejaran polisi.

Pihaknya pun juga memberikan ultimatum agar dapat menyerahkan diri, sebelum polisi melakukan tindakan tegas.

"Saya minta kepada orang yang mendanai preman dan dugaan mafia tanah ini segera menyerahkan diri"
"Kalau tidak, kami akan segera melakukan penangkapan dan tindakan tegas," katanya.

Sejauh ini ada 27 orang yang sudah terindentifikasi indentitasnya.

Bahkan Setyo menyebut ada dua kelompok yang berusaha memanfaatkan lahan tersebut.

"Ada 27 orang sudah diidentifikasi identitasnya. Kami sudah mendapatkan identitas siapa pendana preman-preman tersebut. Ada 2 kelompok yang bermain di wilayah Jakpus," ujarnya.

Sementara menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin mengatakan tersangka AD yang juga sebagai pengacara kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab ia telah menyalahi tugasnya.

"AD sudah melebihi tugas yang seharusnya yang bersangkutan lakukan"

"Sehingga yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka," tegas Kata Kasat Reskrim Polres Jakpus, Burhanuddin.

(Wartakotalive.com/CC/JOS/Antaranews)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved