Penembakan di Mabes Polri

JADI SOROTAN, Ada Sejumlah Kesamaan Isi Surat Wasiat Terduga Teroris di Makasar dan di Mabes Polri

Surat wasiat milik Zakiah dikaitkan dengan surat wasiat yang ditulis oleh pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Surat wasiat Zakiah Aini (26) pelaku terduga teroris penyerangan Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) beredar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Beredarnya surat wasiat yang ditulis oleh Zakiah, mendapatkan sorotan luas.

Seperti diketahui, sebelum melakukan aksi penyerangan Mabes Polri itu, Zakiah Aini telah meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya.

Surat wasiat milik Zakiah itu kemudian dikaitkan dengan surat wasiat yang ditulis oleh pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar beberapa hari sebelumnya.

Yang menarik, surat wasiat yang dibuat oleh para pelaku ini memiliki pesan utama yang serupa.

Baca juga: Jokowi Sambangi Pamulang untuk Meresmikan Tol Serpong-Cinere dan Cengkareng-Kunciran

Baca juga: Terduga Teroris di Mabes Polri Disebut 6 Kali Letupkan Tembakan, Tak Ada Laporan Polisi Terluka

Hal inilah yang kemudian menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

Dirangkum TribunBanten.com dari berbagai sumber, surat wasiat yang ditinggalkan Lukman, pelaku pemboman Gereja Katedral Makassar berisi 3 poin utama.

Yang pertama, pelaku meminta maaf kepada keluarga dan memohon pamit.

Lukman menyebutkan telah mantap dengan apa yang dia yakini dan akan melakukan apa pun agar mendapatkannya.

Baca juga: Terlibat Bentrok Berdarah dengan Pendekar PSHT, 3 Anggota Kelompok Kupang Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: Aa Gym Cabut Gugatan Cerai padahal Sudah Jatuhkan Talak Tiga, Pihak Teh Ninih Bingung

Kedua, ia meminta keluarga untuk menjauhi riba.

Dan yang ketiga adalah pesan untuk keluarga agar selalu menjaga satu sama lain dan tidak meninggalkan ibadah.

Begitu juga dengan surat wasiat yang ditinggalkan ZA untuk keluarga.

ZA meminta maaf kepada kedua orangtua dan kakak kandungnya.

ZA juga meminta kepada orangtua untuk menghindari riba, serta meminta keluarga agar tidak meninggalkan ibadah.

Yang berbeda adalah, dalam surat wasian ZA, ia meminta agar keluarganya tidak mengikuti Pemilu serta tidak mematuhi undang-undang dan juga Pancasila.

Baca juga: Detik-detik Kelompok Kupang Bentrok Sengit dengan Pendekar PSHT di Tangerang, Empat Orang Terluka

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved