Breaking News:

Berita Jakarta

Diduga Korban Operasi Filler Payudara Lebih dari 2 Orang, Polisi Buka Posko Pengaduan

Sampai saat ini polisi sudah menerima dua laporan dari korban operasi payudara gadungan. Diduga korban lebih dari dua orang.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Hertanto Soebijoto
Humas Polres Metro Jakarta Barat
Polisi menduga korban operasi filler payudara abal-abal lebih dari dua orang.  Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi. 

"Marketing itu bilang harganya terjangkau dan hasilnya bagus. Saya juga ditunjukan foto-foto hasil implan payudara yang dilakukan dokter itu," ujar D.

Melihat gambar-gambar itu dan penawaran harga yang murah, D tergiur dan berminat untuk jalani operasi payudara.

Naas usai membayar down payment (DP), D kaget mengetahui bahwa dokter tersebut tidak memiliki sertifikasi untuk melakukan implan payudara.

Baca juga: Fenomena Memperbesar Payudara, Jangan Asal Pilih Produk, Simak Lima Tips Ini Biar Tidak Menyesal

Karena sudah terlanjur membayar DP, D nekat tetap menjalani operasi payudara tersebut.

Usai operasi hasilnya mengenaskan. Selama tiga bulan D alami demam dan menggigil usai operasi.

Belum lagi payudaranya alami meradang dan memerah hingga mengeluarkan nanah. Nanah itu keluar dari payudara D hingga satu bulan lamanya.

"Lama-lama menghitam payudaranya. Ternyata di dalam payudaranya mengandung nanah. Karena aku takut apa-apain lama-kelamaan nanahnya jebol sendiri sampai payudaranya itu berlubang keluar nanah sendiri," jelasnya.

Baca juga: Begal Payudara Istri Orang, Pria Mabuk Divonis Penjara dengan Hukuman Tidak Main-Main

Karena hal itu D harus jalani operasi ke rumah sakit. Untungnya, nyawa D masih bisa diselamatkan dan bekas filler palsu itu bisa diangkat.

Namun begitu, akibat hal itu D alami cacat pada payudaranya. Kini payudara D tidak berbentuk seperti normal sebelum operasi.

Menurut D, bukan hanya dia dan rekannya yang menjadi korban dokter gadungan tersebut.

Baca juga: Pria Berambut Panjang Ini Jadi Korban Begal Payudara di Sleman, Ternyata Korbannya Banyak

"Korban banyak. Tapi yang baru speak up baru beberapa korban saja," bebernya. (m24)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved