Sabtu, 25 April 2026

Kebakaran Kilang Minyak

Update Kebakaran Kilang Balongan, Pertamina: Dua Tangki Berhasil Dipadamkan

PT Pertamina berhasil memadamkan api di 1 tanki sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi, disusul 1 tanki lagi sekitar pukul 06.44 WIB pada Rabu.

Dok. Antara
PT Pertamina (Persero) berhasil memadamkan api di 1 tanki sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi, disusul 1 tanki lagi sekitar pukul 06.44 WIB pada Rabu (31/3/2021). Foto ilustrasi: Unit pengolahan VI Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat (Kilang Minyak Balongan). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) berhasil memadamkan api di 1 tanki sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi, disusul 1 tanki lagi sekitar pukul 06.44 WIB pada Rabu (31/3/2021).

Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan 2 tanki lainnya saat ini terus dilakukan fire fighting.

Menurutnya, Pertamina telah mengerahkan seluruh sumber daya dan mengoptimalkan penanganan insiden kebakaran 4 tanki di area T-301 Kilang Balongan.

Video: Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan Kobaran Api Tak Kunjung Padam

"Alhamdulillah dua titik api telah berhasil dipadamkan, yaitu api di tanki T-301 H dan T-301 E.

Dua tanki lainnya yaitu  T-301F dan T-301G masih terus kita kerahkan," kata Agus.

Agus menambahkan, pengaturan orientasi peralatan fire fighting sudah dilakukan dan akan segera dimulai fire fighting kembali setelah peralatan on position, dengan sasaran 2 tanki yang masih terbakar, yaitu T-301F dan T-301G.

Untuk T-301H dan T-301E, meski api telah padam, pendinginan dengan fire truck masih terus dilakukan untuk memastikan agar tidak ada flash lagi.

Sebelumnya, Tim Emergency Pertamina telah melokalisasi titik api di dalam bundwall  atau tanggul di sekeliling tangki T-301 dimana terdapat 4 Tanki penyimpanan BBM. 

Pemadaman juga dilakukan dengan menggunakan Foam ke Perimeter Bundwall dan pusat nyala api serta mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran, yang terdiri dari Mobil Damkar Pertamina Group dan Pemda setempat.

"Pertamina tetap fokus memadamkan api di 2 Tanki lainnya dan terus mengerahkan segala daya dengan offensive fire handling," KATA Agus.

Kesaksian Warga: Ledakan di Pertamina Balongan Dahsyat

Sementara itu Sujana masih mengingat dengan jelas detik-detik kilang minyak milik PT. Pertamina (Persero) yang berada di Kecamatan Balongan, Indramayu, Jawa Barat, meledak dahysat pada Senin (29/3/2021) dini hari.

Sujana merupakan warga Desa Sukaurip blok Wisma Jati, desa yang hanya berjarak 500 meter dari lokasi ledakan Kilang Balongan.

Sesaat sebelum kejadian, Sujana bersama seluruh warga Desa Sukaurip mencium bau gas yang cukup tajam.

Bau gas itu menyelimuti seluruh pemukiman warga Desa Sukaurip sejak Minggu (28/3) malam, sekira pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Diisukan Berselingkuh dengan Menantunya Sendiri, Hotma Sitompul Sebut Telah Difitnah dengan Keji

Baca juga: Hingga Senin Malam, Api di Kilang Balongan Milik Pertamina Masih Menyala

"Mata perih, tenggorokan serak karena bau gas dan minyak Pertamina. Masker sampai tiga tembus bau gas dan minyak," ujar Sujana kepada Tribunnews.com, Senin (29/3/2021) malam.

Bau gas yang menyelimuti Desa Sukaurip malam itu berlangsung cukup lama.

Sebagian besar warga mengalami sesak nafas dan merasakan suhu panas yang tidak biasa akibat gas tersebut.

"Semalam suhunya panas banget, engga bisa diukur. Bau gas, minyak, solar, avtur, tambah kencang. Jarak 500 meter tercium," kata Sujana.

Baca juga: Denny Siregar Sebut FPI Tempat Pembibitan Teroris, Eks Anggotanya Gabung dengan Organisasi Teroris

Mulai resah karena banyak warga mengalami sesak nafas, warga Desa Sukaurip memutuskan untuk menggelar unjuk rasa di depan Kilang Balongan.

Unjuk rasa dilakukan guna meminta penjelasan dari PT. Pertamina terkait bau gas yang sangat tajam.

Warga menduga gas yang menyelimuti desa mereka disebabkan aktivitas pembuangan limbah gas, minyak, solar, dan avtur oleh PT. Pertamina.

Baca juga: Profil Kilang Minyak Pertamina Balongan yang Tersohor di Dunia, Apa Fungsi dan Kegiatan Bisnisnya?

"Ada dugaan Pertamina sengaja membuka gas dan minyak. Biasanya mereka membuang gas dan minyak sisa di musim hujan, biasanya," ujar Sujana.

"Kita lalu demo menuntut kompensasi dan penjelasan. Kenapa sampai parah begini. Sampai orang tidur sampai masih (bisa mencium) bau (gas)," sambung Sujana.

Demo yang dilakukan warga Desa Sukaurip berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam, sejak sekira pukul 23.00 WIB - 00.30 WIB Senin dini hari.

Kata Sujana, sekuriti yang menjaga Kilang Balongan malam itu bahkan sampai kabur melihat warga yang tersulut amarah.

Alhasil kawasan Kilang Balongan dijaga oleh sejumlah aparat gabungan TNI-Polri.

Baca juga: Pertamina Sebut Kebakaran di Kilang Minyak Balongan Diduga Akibat dari Sambaran Petir

"Sekitar jam setengah satu (01.30 WIB) warga berhenti demo. Ada orang Pertamina yang datang," ujar Sujana.

Tidak berselang lama, tepatnya pada pukul 00.45 WIB, Kilang Balongan mengalami ledakan.

Ledakan yang terjadi tiba-tiba itu membuat warga berhamburan karena panik.

"Panik. Orang tentara sama polisi sampai masuk lubang galian, mengamankan diri. Tentara polisi saja panik, apalagi rakyat," tutur Sujana.

Ledakan Kilang Balongan menghasilkan getaran yang sangat kencang.

Baca juga: Chatib Basri Ungkap Pandemi Covid-19 Adalah Krisis yang Direncanakan, Siapa yang Salah?

Diperkirakan, getaran itu dirasakan sampai radius lebih dari 2 kilometer (km).

Sujana menuturkan, suara ledakan kilang minyak Pertamina itu bahkan terdengar sampai Subang dan Cirebon.

"Getarannya kencang sekali, teman saya di daerah Subang sampai Cirebon mendengar suara ledakannya," kata Sujana.

"Desa Sukareja Baru, masjidnya rusak. Kacanya pecah semua, padahal jarak desa itu 1 - 2 km lebih. Bau avtur juga sampai jarak lebih dari 1 km," sambung dia. (Reynas Abdila/Lusius Genik)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved