Breaking News:

Kriminalitas

Setahun Berlalu, Proses Hukum Kasus Peredaran Produk Kosmetik Tanpa Izin Edar Kian Buram

Setahun Berlalu, Proses Hukum Kasus Peredaran Produk Kosmetik Tanpa Izin Edar Kian Buram. Polisi dinilai lambat tangani kasus tersebut

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Tribunnews/Rina Ayu
Ilustrasi Kosmetik Ilegal 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Penyidik Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, dinilai lambat dalam memproses hukum kasus peredaran produk kosmetik ilegal milik PT ABG, sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Jakarta.

Produk kosmetik yang dimaksud adalah AO, yang dipromosikan sebagai produk  kesehatan rambut dan kulit.

Kasus ini dilaporkan oleh salah seorang warga Jakarta Timur berinisial HSA, yang mengaku mengalami kerugian materiil akibat peredaran produk kosmetik tanpa izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) itu. 

Karenanya HSA melaporkan kasus itu, ke SPKT Polda Metro Jaya pada 10 Februari 2020, atas dugaan tindak pidana pelanggaran UU Perlindungan Konsumen dan UU Kesehatan.

Pelaporan tercatat dalam laporan polisi nomor: LP/897/II/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ, tertanggal 10 Februari 2020.

Dalam laporan tersebut, pelapor menyertakan dua saksi yang diajukan, sementara terlapor masih dalam penyelidikan. 

Pada perkembangannya, penyidik menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan.

Artinya dugaan tindak pidana yang dilaporkan benar adanya dan penyidik akan menetapkan tersangka.

Karenanya pemilik perusahaan sekaligus Direktur PT ABG menjual produk tanpa izin edar itu, yakni AH kemudian dijadikan sebagai terlapor.

AH adalah warga negara asing (WNA) asal Belgia.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved