Breaking News:

Pelatih Ganda Putra Herry IP Jelaskan Mengapa Info Degradasi Wahyu Nayaka Lewat Pesan Whatsapp

Pelatih bulu tangkis ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi memberi penjelasan seputar pemberitahuan degradasi Wahyu Nayaka lewat Whatsapp.

Warta Kota/Abdul Majid
Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi saat ditemui usai mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemberitahuan bahwa dirinya didegradasi dari Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung melalui pesan Whatsapp membuat Wahyu Nayaka kecewa.  

Pemain bulu tangkis spesialis ganda putra Indonesia itu kecewa dengan pemberitahuan degradasi yang dilakukan oleh Herry IP lewat telpon Whatsapp pada14 Desember 2020 lalu.

Atlet kelahiran Lombok, Nusa Tenggara Barat tahun 1992, bahkan menyebut penyampaian degradasi yang dilakukan oleh pelatihnya tersebut tidak manusiawi.

Baca juga: Wahyu Nayaka Terima di Degradasi dari Pelatnas PBSI, Tapi Kecewa Dengan Cara Penyampaiannya

Sebab, tidak disampaikan secara langsung, mengingat dirinya juga telah menganggap Herry IP layaknya orangtua.

Mantan pemain ganda putra dan penghuni pelatnas PBSI, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira kecewa dengan cara penyampaian soal dirinya di degradasi oleh pelatihnya
Mantan pemain ganda putra dan penghuni pelatnas PBSI, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira kecewa dengan cara penyampaian soal dirinya di degradasi oleh pelatihnya (Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang)

Menganggapi kekecewaan mantan anak asuhnya, Herry IP memberikan penjelasan.

"Kondisi kemarin kan lagi Covid ya. Tetapi sebelum itu, kalau tidak salah saya atau Aryono (asisten pelatih) sudah bicara secara langsung. Mungkin dianya lupa atau saya juga lupa. Kami pernah bicarakan meskipun tidak secara khusus," ujar Herry kepada Warta Kota, Rabu (31/3/2021).

Lanjutnya, kala itu ia dan pengurus mengadakan rapat dimana dirinya harus memutuskan siapa yang akan didegradasi dan siapa yang akan promosi.

Dari hasil rapat itu, pelatih kelahiran 1962 ini pun langsung memberitahukan kepada Wahyu bahwa dirinya salah satu pemain yang didegradasi.

Baca juga: 82 Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung Menerima Suntikan Vaksin Covid-19, Sejauh Ini Tidak Ada Dampaknya

"Setelah keputusan ada, saya memang memberitahukannya lewat telpon. Kalau memang Wahyu merasa tidak puas, saya meminta maaf. Tetapi saya terus terang, daripada suratnya dikirimkan tanpa pemberitahuan awal, menurut saya jauh lebih baik memberitahukannya terlebih dulu lewat telpon," tambahnya.

Herry IP lantas menjelaskan kondisi kala itu, Wahyu tidak berada di asrama melainkan di rumah.

Saat itu kondisi pandemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya sehingga tidak memungkinkan mereka bertatap muka.

Baca juga: Herry IP Cerita Awal Mula Jadi Pelatih Bulu Tangkis, Sempat Belajar dari Pelatih Asal Tiongkok

Alhasil ia memilih memberitahukan degradasi lewat telpon.

Herry pun mengerti dan memahami apa yang dirasakan oleh Wahyu.

Namun ia menegaskan faktor situasilah yang mendorong mengapa dirinya memutuskan memberitahukan degradasi lewat telpon kepada Wahyu.

Baca juga: Pebulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Wahyu Nayaka Ternyata Suka Persik Kediri Sejak Sekolah Dasar

Sementara itu, untuk urusan surat menyurat degradasi dan promosi dilakukan oleh PBSI pusat kepada Pengprov PBSI lalu kepada klub-klub. 

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved