Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Myanmar Makin Berdarah, Ribuan Personel Militer Bersiap Gempur Wilayah Karen

kelompok etnis bersenjata di Myanmar mengatakan ribuan pasukan pemerintah junta militer maju "dari semua lini" untuk menggempur mereka

STR/AFP/tribunnews.com
Tentara berjaga di pos pemeriksaan kompleks militer di Yangon pada 1 Februari 2021 

Wartakotalive.com - Persatuan Nasional Karen (KNU), kelompok etnis bersenjata di Myanmar mengatakan ribuan pasukan pemerintah junta militer maju "dari semua lini" untuk menggempur mereka.

KNU bersumpah akan mempertahankan wilayahnya dari gempuran ribuan militer pemerintah.

Sembari KNU mendesak komunitas internasional dan tetangga Thailand untuk melindungi rakyatnya, yang melarikan diri.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (31/3/2021), dalam sebuah pernyataan, KNU meminta komunitas internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan ketika rakyatnya melarikan diri dari pertempuran.

Pun meminta komunitas internasional untuk menekan junta militer yang berkuasa untuk berhenti menggunakan senjata pada warga sipil.

Dikatakan dunia harus memutuskan hubungan ekonomi dan militer dengan junta Myanmar.

Melarikan Diri ke Thailand

Sekitar 3.000 penduduk desa di negara bagian Karen, tenggara Myanmar melarikan diri ke Thailand pada Minggu (28/3/2021) menyusul serangan udara oleh militer di daerah yang dipegang oleh kelompok Persatuan Nasional Karen (KNU), kelompok etnis bersenjata.

Seperti dilansir Reuters, Senin (29/3/2021), militer Myanmar melancarkan serangan udara di lima wilayah di distrik Mutraw, dekat perbatasan, termasuk kamp perpindahan, kata Organisasi Perempuan Karen.

"Saat ini, penduduk desa bersembunyi di hutan karena lebih dari 3.000 menyeberang ke Thailand untuk berlindung," kata sebuah pernyataan dari kelompok itu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved