Breaking News:

Bom Gereja Katedral Makassar

UPDATE Bom Bunuh Diri Makassar, Wagub DKI: Disebabkan Pemahaman yang Sempit soal Syahid

Wagub DKI Ariza mengatakan, aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar disebabkan pemahaman yang sempit soal syahid.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar menurut Wagub DKI Ariza disebabkan pemahaman yang sempit soal syahid. Foto dok: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai, aksi bom bunuh diri yang dilakukan jaringan teroris di Gereja Katedral, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) pukul 10.20 Wita, disebabkan pemahaman yang sempit soal syahid.

Alih-alih berkorban untuk kepentingan agama, perbuatan mereka justru melukai fisik dan hati orang lain.

"Ada kelompok dengan pemahaman yang sempit, memengaruhi generasi muda dengan pemahaman yang salah tentang kegiatan terorisme," kata Ariza di Balai Kota DKI pada Senin (29/3/2021) malam.

Video: Polisi Ledakkan Bom Terduga Teroris di Condet di Lapangan

Ariza mengatakan, seolah-olah itu kegiatan yang dianggap baik dan bunuh diri dianggap satu pengorbanan.

Padahal, kata Ariza, bunuh diri itu dosa, dari segi agama kita tahu bunuh diri itu adalah dosa besar.

"Bukan itu berkorban, bukan itu berjuang," kata Ariza.

Baca juga: Tiga Bom yang Ditemukan Lokasi Penggerebekan di Condet Diledakkan di Lapangan Bola

Baca juga: Tragedi Ledakan Bom di Makassar, Kapolres Bogor Minta Warga Kabupaten Bogor Tidak Takut Berlebih

Menurut Ariza, paham radikalisme sejak lama memang menyasar para pemuda, karena dianggap mudah dipengaruhi.

Salah satu contohnya adalah pelaku pengeboman di Kota Makassar yang rupanya masih berusia 20 tahun.

Sebagai pemerintah daerah di Ibu Kota, DKI memiliki tanggung jawab moral terhadap perkembangan anak-anak di Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved