Breaking News:

Teroris

Sekretaris MUI Kota Tangsel Minta Masyarakat tak Mengaitkan Agama pada Aksi Bom Bunuh Diri Makassar

Aksi bom bunuh diri yang terjadi di kawasan sekitar Gereja Katredal, Makassar, Sulawesi Selatan, turut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Sekretaris MUI Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rojak turut angkat bicara terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katredal, Makssar tersebut. Menurutnya, aksi teror bom bunuh diri merupakan perilaku yang tak diajarkan pada tiap agama di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Aksi bom bunuh diri yang terjadi di kawasan sekitar Gereja Katredal, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) turut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. 

Sekretaris MUI Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rojak turut angkat bicara terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katredal, Makssar tersebut.

Menurutnya, aksi teror bom bunuh diri merupakan perilaku yang tak diajarkan pada tiap agama di Indonesia. 

"Pokoknya apapun pelakunya, dari agama manapun bahwa bom bunuh diri itu tidak dibenarkan dalam agama dan kontitusi kita gitu," kata Abdul Rojak saat ditemui di Gedung Kemenag Kota Tangsel, Serpong, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq Shihab Sebut FPI Sudah Bubar saat Atribut Ditemukan di Rumah Tersangka Teroris

Baca juga: Dikenal Baik dan Tak Pernah Bikin Masalah, Warga Kaget AJ Ditangkap Diduga Terlibat Jaringan Teroris

Baca juga: VIDEO Pria Ngaku Mandor Bangunan, Ternyata Polisi yang Menangkap Terduga Teroris di Ciputat Timur

Baca juga: Dua Terduga Teroris Sempat Tonton Sidang Rizieq Shihab di PN Jaktim, Polisi Perketat Pengamanan

Ia mengaku phaknya pun mengecam keras aksi teror bom bunuh diri yang menyisahkan duka mendalam. 

Ia pun mengimbau agar masyarakat menunggu hasip penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian untuk memastikan fakta terkait peristiwa yang terjadi. 

Kata Rojak, hal itu ditujukan agar masyarakat tak membuat kesimpulan yang mengerucutkan suatu kelompok ataupun agama tertentu. 

"Jadi mohon jangan memperkeruh suasana, karena polisi sedang menggali, mendalami berbagai macam dokumen terkait dengan si pelaku. Jadi masayarakat jangan ikut-ikutan mem-posting hal-hal seperti itu, karena sangat membuat dan mendiskreditkan kelompok tertentu yang pada akhirnya nanti menjadi silang pendapat," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved