Breaking News:

Miris! Desa Sukamaju Bogor hingga kini tak Memiliki Kantor Desa, Kades Ini Rela Gunakan Rumahnya

Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar Cucum menceritakan bahwa pihaknya telah menempati kantor desa darurat itu selama kurun waktu dua bulan.

Tribunnewsbogor.com/Yudistira Wanne
Kepala Desa Sukamaju Bogor, Cucum Ratna Suminar mendirikan kantor desa darurat berupa bangunan rumah milik pribadinya. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBUNGBULANG - Miris, Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, hingga kini tak memiliki Kantor Desa.

Hal tersebut pun membuat Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar berpikir keras untuk mencari solusi agar pihaknya dapat terus memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat.

Langkah yang diambil Cucum yakni mendirikan kantor desa darurat berupa bangunan rumah milik pribadinya.

Hal itu dilakukan agar pelayanan publik dapat terus berjalan.

Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar
Kepala Desa Sukamaju Cucum Ratna Suminar (Tribunnewsbogor.com/Yudistira Wanne)

Baca juga: Suami Tusuk Teman yang Berhubungan Intim dengan Istrinya, Padahal 2 Bulan Menumpang di Rumahnya 

Baca juga: Korlantas Siap Luncurkan SIM Online Nasional, Perpanjang Masa Berlaku SIM Bisa dari Rumah

Baca juga: Sophia Latjuba Unggah Foto Pakai Baju Renang, Langsung Dibanjiri 2.700 Komentar, 50 and Still Hot

"Pertama, Kantor Desa Sukamaju darurat ini memang terpaksa saya siapkan di sini karena memang tidak ada tempat lagi yang lain. Untuk solusi, dari Kecamatan Cibungbulang maupun Pemerintah Kabupaten Bogor belum ada masukan harus bagaimana? Apakah harus mengontrak atau hak guna pakai saja? Belum ada tanggapan," ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Lebih lanjut, Cucum menceritakan bahwa pihaknya telah menempati kantor desa darurat itu selama kurun waktu dua bulan.

Terkait alasan tidak menempati kantor desa yang lama, Cucum hanya berbicara bahwa kantor desa yang lama merupakan milik perorangan.

"Kantor desa darurat ini sengaja dibuat untuk tetap melayani masyarakat sepenuhnya.  Kecamatan kan sudah tahu sendiri, sudah mengetahui keadaan saya digugat agar tidak menempati kantor desa yang lama karena itu milik hak keluarga. Jadi saya sadar sendiri untuk membuka kantor darurat di rumah saya yang kecil ini," jelasnya.

Cucum mengaku mengalami banyak kendala ketika menempati kantor desa darurat yang didirikan di rumah pribadinya.

Sebab, menurut Cucum berkas-berkas di kantor desa yang lama banyak yang hilang. Padahal menurutnya, arsip lama itu sangat penting untuk menopang atau menjalankan roda pemerintahan yang baru.

"8 Februari sudah sekitar satu bulan setengah. Kendalanya banyak ya. Data-data yang ada di kantor desa itu hilang dimusnahkan. Jadi saya ibarat di dalam kegelapan, kocar-kacir mencari sana ke sini terkait data ingin bikin ini bikin itu supaya melayani masyarakat," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved