Selasa, 21 April 2026

Kabar Artis

Girry Pratama Ingin Bantai Perusahaan Monopoli Industri Perfilman Indonesia

Sukses di industri perfilman Indonesia, membuat sutradara dan produser Girry Pratama ingin mewujudkan impiannya di dunia politik.

Penulis: Arie Puji Waluyo |
Istimewa
Sutradara sekaligus produser film Girri Pratama bakal mengajukan diri menjadi calon legislatif pada Pemilu 2024 mendatang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sukses di industri perfilman Indonesia, membuat sutradara dan produser Girry Pratama ingin mewujudkan impiannya di dunia politik.

Girry Pramata mengaku bahwa dia ingin terjun lagi ke dunia politik dan mencalonkan diri pada pemi lihan umum (pemilu)mendatang.

Dia ingin maju sebagai calon legislatif (caleg) dalam Pemilu 2024-2029.

Maju menjadi caleg berangkat dari impian besarnya yakni ingin memajukan industri perfilman Indonesia.

"Niatnya saya dalam caleg ini memang pengin bantai perusahaan yang memonopoli perfilman," kata Girry Pratama kepada wartakotalive.com, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Five Vi: Artis Caleg Jangan Jadi Tameng Saja

Baca juga: Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden Joko Widodo, Insan Film Indonesia: Kami Ingin Kembali Berkarya

Rumah produksi, kata dia, punya hak sama di bioskop dan platform over the top (OTT) di multimedia melalui jaringan internet agar bisa menampilkan karya-karya film terbaiknya.

"Masa kalau kita jual film harus ke mereka. Mereka siapa emangnya? dewa? Tuhan?" ucapnya.

"Saya yakin bagaimana pun saya akan duduk di Senayan dan mafia-mafia akan saya buat menghargaiin namanya Tanah Air ini harga mati, merdeka itu gampang," ujarnya lagi.

Menurut Girry,  seniman Indonesia sangat bekerja keras memajukan industri perfilman Indonesia.

Tapi, para sineas hingga pekerja seni masih sering diremehkan oleh beberapa pihak.

Baca juga: Jadi Duta Festival Film Indonesia 2020, Tissa Biani Berikan Suntikan Semangat ke Sineas Indonesia

Baca juga: Ardhito Pramono Dapatkan Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 Sebagai Pencipta Lagu Tema Terbaik

"Semua pelaku perfilman itu bekerja dengan capek. Tapi yang kaya malah orang lain," katanya.

Membantai perusahaan yang memonopoli industri perfilman, dianggap Girri dapat menyejahterakan sineas dan pelaku perfilman Indonesia.

"Intinya jangan ada perusahaan film berbasis broker di Indonesia. Biar film Indonesia harganya enggak jatuh dan terus berkembang, bukan malah jadi murah," ujar Girry Pratama.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved