Breaking News:

Advokat Kepala BPPBJ Puji Sikap Gubernur Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah Soal Dugaan Pelecehan

Advokat Kepala BPPBJ Puji Sikap Gubernur Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah di Kasus Dugaan Pelecehan. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

beritajakarta.id
Kepala BPPBJ DKI Non-Aktif, Blessmiyanda. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mantan Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) DKI Jakarta, Blessmiyanda menjadi sorotan publik, tak terkecuali Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anies telah menonaktifkan Bless pada Jumat (19/3/2021) atau sehari setelah pihaknya menerima dua pengaduan menyangkut Blessmiyanda, yakni pelecehan seksual dan dugaan perselingkuhan.

“Penonaktifan Kepala BPPBJ ini kami lakukan untuk memastikan proses pemeriksaan dan penyelidikan dapat dijalankan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta secara cepat, menyeluruh dan adil bagi semua pihak yang terlibat,” ujar Anies dalam siaran pers dalam PPID DKI, Senin (29/3/2021).

“Azas praduga tak bersalah tentu saja tetap dijalankan, tapi posisi kita jelas, apabila dalam pemeriksaan ditemukan bahwa benar terjadi pelanggaran, maka kepada terlapor dan kepada semua yang menutup-nutupi fakta selama proses pemeriksaan akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku,” imbuhnya.

ASTRAZeneca Distop di Kanada, Wanita Muda Terbanyak Kena Dampak Buruk seusai Divaksin, Darah Membeku

Penasehat Hukum Blessmiyanda, Suriaman Panjaitan, mengapresiasi penonaktifan kliennya oleh Gubernur Anies Baswedan.

“Langkah Pak Anies sudah tepat menonaktifkan Pak Bless. Saya pikir tujuannya agar Pak Bless konsentrasi dalam pemeriksaan Inspektorat,” kata Suriaman kepada Wartakotalive.com melalui pesan singkatnya.

Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta itu juga memuji pernyataan Anies yang mengedepankan Azas Praduga tak bersalah.

Pernyataan tersebut, menurut dia, mencerminkan tingginya tingkat intelektual mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu.

”Kalau ditelaah dari sejumlah peraturan, presumption of innocence (asas praduga tak bersalah) ini memiliki arti wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan, atau dalam konteks Pak Bless sampai keluarnya pemeriksaan Inspektorat. Atau dengan kata lain penafsiran saya kira-kira Pak Anies ini mengajak seluruh elemen tidak menghakimi Pak Bless sebelum adanya putusan yang mutlak yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang,” kata dia.

Denny Siregar Sebut FPI Tempat Pembibitan Teroris, Eks Anggotanya Gabung dengan Organisasi Teroris

Ucok, begitu dia disapa, mengajak seluruh elemen masyarakat yang memantau perkembangan kasus Bless ini bijak mengeluarkan pendapat atau pun pandangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved