Pilih Jam Tangan Pintar Penuh Fitur atau Jam Tangan Konvensional yang Bergaya? Berikut Penjelasannya

Pilih Jam Tangan Pintar Penuh Fitur atau Jam Tangan Konvensional yang Bergaya? Berikut Penjelasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Pilih Jam Tangan Pintar Penuh Fitur atau Jam Tangan Konvensional yang Bergaya? Berikut Penjelasannya
Istimewa
Ilustrasi jam tangan pintar (smart watch) dan jam tangan konvensional

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Teknologi telah merubah tatanan hidup hingga perilaku masyarakat.

Banyak hal pun berubah, mendorong kehidupan yang lebih mudah dan sederhana. 

Perkembangan teknologi dipaparkan CEO Radatime, Hendra Kesuma meliputi seluruh sektor kehidupan, termasuk jam tangan.

Jam tangan yang mengadopsi teknologi digital ini dinamakan jam tangan pintar atau smart watch.

Jam tangan pintar didesain untuk memberi kemudahan dalam keseharian aktivitas.

Antara lain, mulai dari menunjukkan waktu yang akurat, notifikasi pesan, pengukur detak jantung, pengingat jadwal rapat, bahkan siklus menstruasi.

Harganya kini ditawarkan beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Namun, kemudahan yang ditawarkan menurutnya tersimpan sejumlah kekurangan, mulai dari usia pemakaian yang singkat.

Hal tersebut dikarenakan jam tangan pintar mengandalkan teknologi digital yang memerlukan pembaharuan dan tidak akan berfungsi optimal jika versi perangkat lunak baru melampaui spesifikasinya.

"Belum lagi, jam tangan pintar terhubung dengan telepon genggam yang versinya terus menerus butuh update," jelas Hendra Kesuma dalam siaran tertulis pada Senin (29/3/2021).

Teknologi yang pesat pun dijelaskannya membuat jam tangan pintar menjadi cepat out-dated.

Jam yang semula dipandang keren dan canggih ketika diluncurkan dapat segera ketinggalan zaman bila terdapat keluaran terbaru dengan teknologi yang lebih up to date.

Baca juga: Pemprov DKI Sebar Duta Damai ke Sekolah untuk Cegah Doktrin Radikalisme sejak Dini

"Kesan dari jam tangan pintar lebih terbatas, yaitu fungsi dan gaya. Dibanding dengan jam tangan sebenarnya yang mengandung kesan status sosial, fesyen, legacy (warisan), makna, kemewahan dan keabadian," jelas Hendra Kesuma.

"Jam tangan lumrah dipakai puluhan tahun bahkan sampai beberapa generasi," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved