Breaking News:

PSBB Bekasi

Disdik Kota Bekasi Klaim 99 Persen Sekolah Aman Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Disdik Kota Bekasi Klaim 99 Persen Sekolah Aman Gelar Pembelajaran Tatap Muka. Berikut Paparannya

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Ilustrasi pembelajaran tatap muka 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Evaluasi terhadap pembelajaran tatap muka (PTM) berbasis adaptasi tatanan hidup baru satuan pendidikan (ATHB-SP) di Kota Bekasi telah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Irwandi menyampaikan sebanyak 110 sekolah yang melakukan ATHB-SP diklaim 99 persen aman untuk kembali menggelar PTM.

"Hasil evaluasi kita hampir 99 persen sudah aman dan layak untuk memenuhi standar ya, kemarin evaluasinya," ucap Krisman saat dikonfirmasi, Senin (29/3/2021).

Evaluasi yang dikaji meliputi protokol kesehatan serta durasi jam belajar pada 110 sekolah yang terletak di zona hijau atau kuning.

Namun, Krisman mengakui terdapat beberapa kendala kecil mengenai kesamaan terkait penggunaan seragam sekolah saat PTM.

"Masih harus ada pembenahan yang 1 persen yaitu terkait dengan pakaian anak anaknya," ujarnya.

Baca juga: Pasca Bom Gereja Katedral Makassar, Pemprov DKI Gandeng Polri Perkuat Keamanan Jelang Jumat Agung

Krisman menjelaskan ketentuan pengenaan seragam pada dasarnya merupakan kebijakan pengurus sekolah.

Namun demikian, cukup banyak orang tua murid yang menyetujui digelarnya kembali PTM.

Baca juga: Teror Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar Dinilai Tambah Derita Masyarakat di Tengah Pandemi

Oleh sebab itu, sebelum melakukan penambahan sekolah yang diizinkan menggelar PTM, pihaknya merasa perlu menyamakan persepsi berdasarkan hasil evaluasi.

"Karena kan pelaksanaan animo masyarakatnya orang tua wali murid untuk pembelajaran tatap muka ini sudah mulai banyak. Dari hasil evaluasi mungkin, kita kan penambahan, rencananya kan kita mau rapat hari ini ya. Cuma saya sebagai sekretaris Dinas Pendidikan menyarankan kalau bisa belajar ini berjalan selama 14 hari," kata Krisman. (abs)
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved