Sebanyak 395 Pemotor Berknalpot Bising, Ditilang Ditlantas Polda Metro Akhir Pekan Ini

Sebanyak 395 pemotor yang kedapatan menggunakan knalpot bising, berhasil dijaring dan ditindak aparat Ditlantas Polda Metro Jaya.

Warta Kota/Budi Malau
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo. 

WARTAKOTALIVE, SEMANGGI - Sebanyak 395 pemotor yang kedapatan menggunakan knalpot bising, berhasil dijaring dan ditindak aparat Ditlantas Polda Metro Jaya dari sejumlah ruas jalan di Jakarta, Sabtu (27/3/ 2021) malam hingga Minggu (28/3/2021) dinihari.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan razia sekaligus pemotor knalpot bising ini sengaja dilakukan pihaknya terutama di malam akhir pekan di Jakarta.

"Sebab pada saat itulah biasanya digunakan bagi pemotor untuk kebut-kebutan di jalan raya, dan kebanyakan menggunakan knalpot bising. Pada malam akhir pekan ini ada sebanyak 395 motor berknalpot bising yang kami tindak dengan tilang," kata Sambodo, kepada Warta Kota, Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Ditlantas Polda Metro Turunkan 450 Personel Razia Pemotor Knalpot Bising, Ini Titik Lokasinya

Ia menjelaskan penindakan juga dilakukan untuk mencegah para biker berumpul dan berkerumun di sisi jalan.

"Sebab ini masih masa pandemi, dan mencegah penyebaran Covid-19. Mengingat angka Covid-19 di Jakarta saat ini masih cukup tinggi," katanya.

Menurutnya penindakan pemotor berknalpot bising juga dilakukan untuk kenyamanan masyarakat.

"Jadi ini semuanya adalah demi kemanusiaaan. Kita menjaga anak bangsa dan menjaga kenyamanan masyarakat, baik masyarakat pemakai jalan maupun masyarakat yang berada di sekitar jalan tersebut," ujar Sambodo.

Baca juga: Malam Ini Motor Knalpot Bising yang Melintas di Kawasan Monas, Thamrin, dan Sudirman Dihalau Polisi

Sebelumnya Sambodo menjelaskan bahwa terkait penindakan pemotor yang menggunakan knalpot bising, pihaknya akan melakukan pendataan dan mengumpulkan semua bengkel motor variasi yang selama ini ditenggarai menjual dan memasang kenalpot bising ke pengendara.

"Saat ini kita semua, termasuk satlantas wilayah, yakni satlantas polres sedang melakukan pendataan terhadap bengkel-bengkel variasi yang selama ini menjual dan memasang knalpot bising. Kami akan datakan dan kita akan kumpulkan, setelah itu kita akan edukasi," kata Sambodo.

Caranya, kata dia, apakah dengan mendatangi satu-persatu atau diundang untuk mengadakan pertemuan di Polda. 

Baca juga: Ditlantas Polda Metro Turunkan 450 Personel Razia Pemotor Knalpot Bising, Ini Titik Lokasinya

"Untuk kemudian kita berikan sosialisasi dan edukasi bahwa ada pasal, ada undang-undang yang dilanggar ketika seseorang pengendara sepeda motor menggunakan knalpot bising," kata Sambodo.

Pasal yang dilanggar katanya yakni Pasal 285 Juncto Pasal 122 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Yakni terkait dengan persyaratan dan kelayakan jalan, salah satunya adalah persyaratan teknis dan kelayakan jalan terkait dengan kebisingan suara," ujarnya.

Sambodo menjelaskan semua kendaraan yang dioperasionalkan di jalan berdasarkan Pasal 48 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu telah lulus uji teknis. 

Baca juga: Waspada Polres Tangsel Bakal Tindak Pengguna Knalpot Motor yang Memekakan Telinga

"Jadi semua kendaraan itu punya namanya SUT Surat Uji Teknis, itu menjadi kelengkapan kendaraan ketika kendaraan itu didaftarkan di pihak kepolisian. Kalau di tengah perjalanan terganti penggantian ada enam jenis dimulai dari kebisingan suara, kelayakan jalan, kedalam alur ban, keterangan lampu dan sebagainya klakson, kemudian mengalami penggantian dimana diganti dengan spare part yang tidak lulus uji teknis maka kemudian kendaraan itu menjadi tidak layak jalan," papar Sambodo.

Ketika tidak layak jalan itu lah  katanya kemudian Polri melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved