Jumat, 8 Mei 2026

Bom Gereja Katedral Makassar

Bom Bunuh Diri Pertama di Era Kapolri Listyo, IPW Sebut akan Ada Teror Lain, Ini Cara Antisipasinya

Neta menilai, hal ini dikarenakan masih adanya kelompok-kelompok teror dan kelompok radikal yang belum berhasil diciduk jajaran kepolisian.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Mohamad Yusuf
Tribun Timur
Lokasi kejadian diduga bom bunuh diri di Makassar, Jl Kajaolalido, Makassar, Minggu (28/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan teror bom di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) pagi, merupakan kasus teror bom pertama di era Kapolri Jenderal Sigit Listyo.

"Kasus bom bunuh diri ini juga merupakan peringatan buat jajaran kepolisian bahwa akan ada teror-teror susulan lainnya," kata Neta kepada Warta Kota, Minggu (28/3/2021).

Neta menilai, hal ini dikarenakan masih adanya kelompok-kelompok teror dan kelompok radikal yang belum berhasil diciduk jajaran kepolisian.

Baca juga: Lelahnya Warga Perumahan Duta Harapan-Telaga Mas Bekasi, 24 Tahun Jalan Rusak Berat Luput Perbaikan

Baca juga: BIKIN MALU, Oknum Polisi Terima Setoran Rp500 Ribu Per Bulan dari Bandar Narkoba, Ini Kronologinya

Baca juga: Cerita Anies Nongkrong di Warkop, Malah Ditanya Pegawai Bea Cukai, Bapak Kerja di Mana?

"Seperti di Poso atau tempat lainnya. Sementara para teroris yang sudah selesai menjalani hukuman, kini bebas melakukan aktivitas tanpa terpantau jejaknya," ujarnya. 

Kondisi ini kata Neta tentunya menjadi tugas berat Kapolri Sigit. 

"Apalagi saat ini menjelang Ramadan dan idul Fitri dimana aktivitas dan kebutuhan sosial masyarakat kian meningkat," katanya. 

Untuk itu, menurut Neta, Kapolri perlu mengkonsolidasikan jajarannya mulai dari jajaran intelijen hingga ke aparatur babinkamtibmas, sebagai ujung tombak, untuk mempertajam telinga maupun penciuman jajaran kepolisian.

"Agar senantiasa mampu meningkatkan deteksi dan antisipasi dini. Kapolda dan Kapolres harus mampu memenage wilayahnya agar jarum jatuh pun di wilayah tugasnya terdengar olehnya," kata Neta.

Tujuannya tambah Neta, agar Polri tidak kecolongan dan teror bom tidak terjadi lagi.

"Sebab jika teror bom sudah terjadi, korban tewas atau luka tidak hanya diderita pelaku, tapi juga masyarakat luas menjadi korban akibat teror  bom tersebut. Seperti teror bom di gereja di Makassar, korban luka adalah petugas gereja dan jemaat," katanya. 

Dari data yang ada, katanya, diketahui 5 petugas gereja dan 4 jemaat terkena serpihan bom. 

"Tragisnya ledakan bom terjadi pada peringatan Minggu Palma yang jatuh hari ini. Bom meledak sekitar pukul 10.30 WITA atau 09.30 WIB. Minggu Palma merupakan awal dari pekan suci sebelum umat Kristiani merayakan Paskah pada pekan depan," kata dia.

Karenanya kata Neta, IPW berharap, kasus teror bom, terutama yang menyerang gereja ini, merupakan yang pertama dan terakhir di era Kapolri Jenderal Sigit. 

"Untuk itu Kapolri yang diperkuat oleh para Kapolda dan Kapolres harus melakukan pagar betis agar para teroris tidak mendapat celah untuk beraksi," kata Neta.

Sebab dalam pantauan IPW, menurut Neta, selain Sulsel masih ada sembilan daerah lain yang tergolong rawan teroris.

"Yakni Sulteng, Jatim, Jateng, Jogja, Jabar, Jakarta, Banten, Lampung, dan Sumut," katanya. 

Baca juga: Suami Tusuk Teman yang Berhubungan Intim dengan Istrinya, Padahal 2 Bulan Menumpang di Rumahnya 

Baca juga: Korlantas Siap Luncurkan SIM Online Nasional, Perpanjang Masa Berlaku SIM Bisa dari Rumah

Baca juga: Sophia Latjuba Unggah Foto Pakai Baju Renang, Langsung Dibanjiri 2.700 Komentar, 50 and Still Hot

Tingkat kerawanan ini menurutnya menjadi makin tinggi tatkala konflik Polri dengan ormas keagamaan yang dipimpin Habib Rizieq tak kunjung selesai. 

"Belum tuntasnya kasus penembakan di km 50 tol Cikampek menyimpan dendam tersendiri bagi kelompok kelompok tertentu, yang bukan mustahil dendam itu berpotensi menimbulkan aksi teror," paparnya.

"Fenomena inilah yang patut dicermati jajaran kepolisian ke depan, agar aksi-aksi teror bisa ditekan," tutup Neta.

Mahfud MD Minta Masyarakat Tenang

Menkopolhukam Mahfud MD angkat bicara mengenai peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Adanya kejadian ledakan bom Gereja Katedral Makassar, Mahfud MD minta masyarakat tenang dan kini sedang didalami jaringan pelaku bom bunuh diri.

Menurut informasi awal insiden ledakan bom Gereja Katedral Makassar, diakui Mahfud MD, aksi bom bunuh diri.

Pernyataan Mahfud MD ini diunggah di akun Twitternya di @mohmahfudmd dikutip Wartakotalive.com hari ini.

Baca juga: Sambil Lukanya Diobati, Ini Cerita Bapak yang Sempat Halangi Pengebom Gereja Katedral Makassar

Baca juga: Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar, Menteri Agama Minta Polisi Perketat Penjagaan Tempat Ibadah

Baca juga: Ledakan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas: Tak Bisa Ditolerir!

Ia mengatakan, pemerintah mengutuk keras terhadap kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pagi tadi.

Saat ini, polisi juga tengah melakukan pengamanan hingga menemukan potongan tubuh pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Bahkan, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap jaringan para pelaku bom bunuh diri yang diduga masih berkeliaran.

Namun begitu, polisi masih tetap melakukan pendalaman terhadap jaringan para pelaku bom bunuh diri saat ini.

"Terkait dgn terjadinya bom di Makassar diharapkan masyarakat tenang. Aparat sdh mengamankan lokasi dan sekitarnya"

"Info awal, itu adl bom bunuh diri. Aparat sdh menemukan potongan2 tubuh 1 pelaku dan sepeda motor yg dipakai. Skrng sedang dilakukan pendalaman thd jaringan pelaku"

"Pemerintah mengutuk keras teror bom bunuh diri tersebut dan akan terus melakukan pengejaran thd jaringan para pelakunya.

Jika ada yg tahu atau mencurigai sesuatu yg terkait dgn peristiwa tsb harap menginformasikan ke kantor polisi terdekat atau ke aparat yg terkait" tulis akun Twitter @mohmahfudmd.

Menteri Agama Minta Polisi Perketat Penjagaan Tempat Ibadah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kutuk keras ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Dinilai Yaqut Cholil Qoumas, aksi tersebut sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.

“Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri"

"juga sangat merugikan orang lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (28/3/2021).

Diharapkan Yaqut Cholil Qoumas, kepolisian dan aparat berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi tersebut.

Bahkan, ia turut berharap, agar aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor bom bunuh diri yang terlibat dalam aksi keji ini.

Prediksi Yaqut Cholil Qoumas, aksi yang dilakukan diduga pelaku bom bunuh diri tidak dilakukan secara tunggal.

Sebab, seringkali para pelaku bom bunuh diri ini digerakkan oleh jaringan namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi.

“Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah,” kata Yaqut Cholil Qoumas.

Atas kejadian ini, Menteri Agama imbau para tokoh agama untuk terus tingkatkan pola pengajaran agama secara baik dan tekankan pentingnya beragama secara moderat.

Menurut Menag, agama apa pun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan.

Sebab, kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak.

Yaqut Cholil Qoumas mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagaianya.

Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi.

“Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,” pungkasnya.

Kronologi Ledakan

Sebelumnya, pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak, mengungkapkan kronologi ledakan diduga bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Ia mengatakan, ledakan bom terjadi setelah jemaat gereja melakukan Misa kedua.

"Peristiwa terjadi setelah kami selesai ibadah kedua, Misa kedua," ujarnya, dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV, Minggu.

"Umat yang ikut ibadah kedua sudah pulang," lanjut dia.

Diduga pelaku bom bunuh diri berusaha masuk ke dalam lokasi Gereja Katedral Makassar dengan mengendarai sepeda motor.

Petugas keamanan gereja sudah mencurigai dua orang yang ingin masuk ke dalam lokasi gereja.

"Kebetulan gereja kami ada beberapa pintu masuk dan keluar, jadi tidak konsentrasi pada salah satu pintu," katanya.

"Umat pulang, yang lain masuk. Datanglah pelaku bom bunuh diri itu naik motor ke dalam lokasi."

"Tetapi sudah diamati oleh petugas keamanan kami," jelas pastor Wilhelmus Tulak.

"Lalu dia menahan di depan pintu itu, dan di situlah terjadi ledakan," jelasnya.

Ia menegaskan, ledakan tidak terjadi di pintu masuk Gereja Katedral Makassar.

Namun, ledakan diduga bom bunuh diri itu terjadi di pintu masuk ke dalam lokasi gereja.

Menurutnya, ada korban luka-luka dalam peristiwa ledakan tersebut.

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas: Tak Bisa Ditolerir!

Insiden ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar ditanggapi Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, Minggu (28/3/2021).

Anwar Abbas mengutuk keras terhadap pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido-MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tak hanya menimbulkan rasa takut, insiden ledakan bom Gereja Katedral Makassar tersebut turut menimbulkan korban.

Data awal kepolisian, ada satu korban pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, sembilan masyarakat, lima petugas keamanan hingga empat jamaah Gereja Katedral Makassar.

“Tindakan ini tak bisa ditolerir, ini sangat manusiawi dan bertentangan dengan nilai di acara apapun di negeri,” katanya.

MUI, lanjut Anwar Abbas, meminta aparat berwenang mencari menangkap pelaku atau otak intelektual.

Serta, menurut Anwar Abbas, membongkar motif, masalah ini jangan dikaitkan dengan agama atau suku.

“Karena hal itu membuat rumit dan keruhnya suasana,” kata Anwar Abbas.

Sebelumnya, bom di Makassar meledak saat umat kristiani Gereja Katedral Makassar, Jl Kajaolalido-MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan ibadah Minggu Palma, Minggu (28/3/2021).

Minggu Palma adalah hari peringatan dalam liturgi gereja Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah.

Laporan Kompas TV, saat ini, kepolisian dari tim DVI (Disaster Victim Identification) sudah turun.

Disaster victim investigation (DVI) adalah suatu prosedur standar yang dikembangkan oleh Interpol (International Criminal Police Organization).

Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi korban yang meninggal akibat bencana massal.

(Wartakotalive.com/CC/Tribunnews.com/Nuryanti/BUM)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved