Breaking News:

Berita Nasional

Ahmad Muzani Temui Pimpinan Gontor Hasan Abdullah Sahal, Bahas PPHN Hingga Peta Pendidikan Nasional

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani temui pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal di Ponorogo, Jawa Timur.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani temui pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (27/3/2021). 

Tiga bulan sebelum menyelesaikan SD, ia telah diterima di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor.

Setamat KMI tahun 1965, Hasan Abdullah Sahal melanjutkan studi di Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD (ISID, lalu berubah menjadi Unida) sekaligus mengajar di KMI selama dua setengah tahun.

Pada tahun 1967 ia mendapat kesempatan melanjutkan studi di Fakultas Da'wah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah.

Pada tahun 1992 mengambil spesialisasi Hadits di Universitas Al-Azhar Mesir.

Selain memimpin Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (1985 – sekarang), Kyai Hasan adalah pendiri Pondok Pesantren Putri al-Mawaddah Coper, Jetis, Ponorogo tahun 1989.

Kemudian, dia juga pendiri dan Pengasuh Pondok Tahfidz Qur'an Al-Muqoddasah Nglumpang, Mlarak, Ponorogo tahun 1992.

Selain itu, Kyai Hasan adalah seorang dosen di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Ponorogo--kini Universitas Darussalam (Unida) Gontor dari 1977 hingga sekarang.

Meski memimpin pondok di sebuah desa bernama Gontor, Kyai Hasan juga memiliki pengalaman yang sangat luas di bidang keislaman.

Hal tersebut, antara lain, karena Kyai Hasan pernah mengikuti Seminar Bahasa Arab di Brunei Darussalam tahun 1993.

Ia juga aktif berdakwah di dalam dan luar negeri, di antaranya di Malaysia tahun 1999, Hongkong tahun 1999 dan 2000, Korea Selatan tahun 1999, dan Jepang tahun 2001.

Pengalaman lain, Kyai Hasan juga aktif mengadakan kunjungan keluar negeri.

Di antaranya ke Singapura tahun 1999; Jordan, Syiria, Israel, Turki, Jerman, Perancis, dan Belgia tahun 2002; Australia tahun 2003; dan Saudi Arabia, Mesir, Thailand, India, serta Pakistan dan Amerika Serikat.

Pada peringatan Hari Santri Nasional, Kyai Hasan Abdullah Sahal hadir dalam International Islamic Center (IIF) 2016 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan tersebut, Kiyai Hasan mengatakan kepada para hadirin yang juga Ikatan Keluarga Pondok Modern Gontor (IKPM) bahwa saat ini umat Islam di Indonesia mudah terpecah belah.

Tapi, kata Kiyai Hasan, Indonesia patut berbangga bahwa negeri ini mempunyai banyak Pondok Pesantren. 

"Indonesia bisa merdeka karena santri-santri yang juga ikut melawan penjajah"

"Karena itu, umat Islam, khususnya para santri harus berbangga dengan identitas keIslaman kita," pungkas Kiyai Hasan.

(Wartakotalive.com/CC/Wikipedia/gomuslim.co.id)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved