Breaking News:

Tangerang Selatan

Ahli Waris Pertanyakan Status Lurah dan Mantan Lurah Baktijaya Tangsel yang Berstatus Tahanan Kota

Cahyono mengatakan, status tahanan kota yang diberikan oleh dua terdakwa atas kasus pemalsuan surat tanah seluas 1,3 hektare mengandung kecurigaan.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Kuasa hukum ahli waris, Cahyono sat menampilkan dokumen bukti tahanan kota yang diberikan kepada M Ocin dan Darmo Bandoro. 

WARTAKOTALIVE.COM, SETU -- Kuasa hukum ahli waris, Cahyono mempertanyakan status tahanan kota yang diemban Lurah Baktijaya, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) M Ocin dan mantan pelaksana tugas (plt) Lurah Baktijaya Darmo Bandoro yang diberikan oleh Pengadilan Negeri Tangerang.

Cahyono mengatakan, status tahanan kota yang diberikan oleh dua terdakwa atas kasus pemalsuan surat tanah seluas 1,3 hektare yang terletak di kawasan Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Setu mengandung kecurigaan bagi pihaknya.

"Selama persidangan kami ikuti, tapi di sini ada kejanggalan mengenai tahanan kota yang diberikan kepada Ocin dan Darmo," kata kuasa hukum ahli waris Cahyono saat ditemui di bilangan Baktijaya, Kota Tangsel, Sabtu (27/3/2021).

Video: Museum Gedung Juang 45 Tambun, Padukan Modernisasi dalam Balutan Klasik

Cahyono menjelaskan, diberikannya status tahanan kota bagi kedua tersangka tersebut berawal dari jatuh sakitnya mereka saat ditahan di Polres Tangsel.

Dari dasar tersebut, hakim mengizinkan kedua tersangka meninggalkan tahanan Polres Tangsel selama satu hari untuk berobat.

Namun, faktanya hingga persidangan berikutnya kedua terdakwa masih berstatus tahanan kota dikarenakan pertimbangan kesehatan.

Baca juga: VIDEO Maklumat Forkopimda Enrekang Larang Pesta, Sejumlah Lurah dan Tokoh Masyarakat Dukung

Baca juga: Sisa Waktu Sembilan Hari, Lurah dan Camat Diminta Melakukan Pendekatan dan Sosialiasi Keapda Lansia

Ditambah, pihaknya juga mempertanyakan topik yang disidangkan oleh hakim kerap diluar substansi tuntutan. 

"Mengenai sakit yang diderita Ocin, faktanya hanya satu hari sehingga tidak layak tersangka Ocin menerima untuk menjadi tahanan kota, lalu pada saat persidangan hakim membahas topik diluar subtansi persidangan bukan pada pokok dakwaan yaitu pasal 263 dan pasal 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen," ujarnya. 

Cahyono menuturkan dengan hakim membahas topik diluar subtansi, maka tidak mengungkap bukti yang diserahkan pelapor pada saat melapor dikepolisian atau penyidikan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved