Sikap PBSI

Ketua Harian PBSI Alex Tirta Sebut Tetap Tuntut BWF ke Arbitrase Olahraga Internasional

PBSI dan National Olympic Committe tampaknya tidak main-main menuntut BWF ke badan arbitrase olahraga dunia (CAS).

Ketua Harian PBSI Alex Tirta Sebut Tetap Tuntut BWF ke Arbitrase Olahraga Internasional
Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Alex Tirta, (kiri jaket hitam) ketua harian PBSI, PBSI dan National Olympic Committe, menegaskan tidak main-main menuntut BWF ke badan arbitrase olahraga dunia (CAS).

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PBSI dan National Olympic Committe tampaknya tidak main-main menuntut BWF ke badan arbitrase olahraga dunia (CAS).

Meski BWF telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia, PBSI masih menunggu tranparansi permasalah substansi yang terjadi di All England, tak hanya soal pemain Indonesia yang dipaksa mundur meski semua negatif Covid-19, juga perihal tujuh atlet dari negara lain yang awalnya disebut positif, tetapi berubah menjadi negatif.

Warta Kota sendiri bertemu dengan ketua harian PBSI, Alex Tirta, dan menanyakan kelanjutan rencana PBSI dan NOC yang membawa permasalahan di All England ke CAS.

"Saya kira sesuai dengan tanggapan ketua umum PBSI (Agung Firman Sampurna), itu saja," ujarnya singkat kepada Warta Kota, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: Hindari Kasus di All England 2021, PP PBSI Hanya Mengirim 11 Pemain Pelapis ke Orleans Masters 2021

Baca juga: Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna Sebut Tim Bulu Tangkis Indonesia Calon Juara dan Tak Kalah

Seperti diketahui, dalam acara Mata Najwa, Rabu (24/3/2021), PBSI beserta NOC menganggap permintaan BWF tidak cukup, karena BWF mesti menjelaskan fakta-fakta kejadian di All England yang dianggap diskriminasi.

Tak hanya soal pembiaran atlet yang berjalan kaki ke hotel, kemudian tujuh atlet negara lain yang awalnya disebut negatif, tetapi diberikan kesempatan untuk tes PCR, sedangkan tim Indonesia justru dipaksa mundur.

Permasalahan substansi ini pula lah yang diminta oleh PBSI beserta NOC agar dijelaskan oleh BWF.

Dalam acara Mata Najwa tersebut Agung Firman Sampurna menjelaskan permintaan maaf tidak menyelesaikan masalah, PBSI pun meminta ada regulasi yang lebih jelas dari BWF dalam menyelenggarakan turnamen ke depannya.

Sebelumnya, Alex Tirta, melantik tiga pengurus kota PBSI Jakarta, di Kantor Walikota Jakarta Selatan.

Ketiganya adalah pengurus kota PBSI Jakarta Utara periode 2019-2023 yang diketuai Susanto Widjaja, pengurus Kota PBSI Jakarta Barat periode 2020-2024 yang diketuai Victor Colobdam, dan pengurus kota PBSI Jakarta Selatan periode 2020-2024 yang diketuai oleh Kurniahu Gideon.

Sebagai ketua pengurus provinsi PBSI DKI Jakarta, Alex berharap agar pengurus kota yang dilantik dapat bekerja maksimal dan bekerja keras memajukan bulu tangkis Jakarta meski di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Agung Firman Sampurna Ketua Umum PP PBSI Semangati Tim Indonesia Yang Dipaksa Karantina Lagi

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Dorong PBSI dan NOC Untuk Reformasi Pengurusan BWF

"Tantangannya tentu sangat besar sekali ya, di mana dari pusat pun kami belum maksimal. Namun, dengan adanya vaksinasi sekarang, itu sangat membantu atlet. Kami  di Pengrov dan klub pun baru mulai berani meneruskan latihan-latihan belum lama ini akibat Covid-19. Jadi semoga pengurus kota pun bisa maksimal dalam mewujudkan program-programnya," ucapnya.

Alex sendiri mengatakan target DKI Jakarta adalah menguasai cabang bulu tangkis di kejuaraan Pekan Olahraga Nasional, Oktober mendatang.

Sehingga perlu kesamaan visi dan tujuan dengan pengurus kota PBSI di Jakarta.

"Target kami adalah emas di PON nanti. Itu menjadi target terdekat pula di tahun ini," tutupnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved