Breaking News:

Berita Jakarta

Polisi Tindak Ribuan Pelanggar Lalu Lintas Lewat ETLE Dinilai ITW Bukan Prestasi Membanggakan

Polisi Tindak Ribuan Pelanggar Lalu Lintas Lewat ETLE Dinilai ITW Bukan Prestasi Membanggakan. Berikut Alasannya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Foto Polres Metro Bekasi/ Petugaa Satlantas Polres Metro Bekasi tengah melakukan sosialisasi pemberlalukan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Simpang SGC Cikarang. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Klaim Polri yang mampu menurunkan angka pelanggaran lalu lintas lewat sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dinilai bukan prestasi membanggakan.

Klaim tersebut justru dinilai sebagai kemunduran, mengingat beragam upaya Polri belum terbukti ampuh dalam meningkatkan kesadaran masyarakat berlalu lintas.   

Hal tersebut diungkapkan Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan.

"Justru mestinya prihatin karena bertahun-tahun menggelar operasi Zebra, Operasi Simpatik, Operasi Patuh maupun upaya lainnya, tetapi belum memberikan dampak signifikan terhadap upaya mewujudkan tertib lalu lintas dan kesadaran masyarakat," kata Edison pada Jumat (26/3/2021).

Menurutnya, ITW bersama masyarakat akan mencatat prestasi dengan tinta emas, apabila polisi tidak lagi perlu melakukan penindakan, karena kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat sudah baik. 

"Tetapi bila Polri merasa berhasil dengan menjaring ribuan pelanggar lalu lintas setiap hari, tanpa disertai meningkatnya kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat, maka jangan disalahkan, bila ada pihak yang menilai bahwa ETLE semata hanya alat mendulang dana dari masyarakat untuk menimbun pundi pendapatan negara bukan pajak, dari sektor denda tilang," papar Edison.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran Berlaku pada 6-17 Mei 2021, Tak Boleh ke Luar Daerah Kecuali Mendesak

Polri kata Edison seharusnya memanfaatkan dukungan terhadap penerapan ETLE hanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan mencegah terjadinya penyelewengan kewenangan di lapangan. 

"Sekaligus menyempurnakan program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melarang petugas melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas atau tilang di jalan raya," katanya.

Sehingga bukan untuk membenarkan tindakan sewenang-wenang dan mempersulit masyarakat. 

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Tiadakan Mudik Lebaran 2021, Aturan Penunjang Bakal Diatur Kemudian

Sejak awal pelaksanaan ETLE pada 2019, kata Edison, ITW sudah menyampaikan agar Polri membenahi sistem dan proses pelaksanaannya agar tidak merugikan masyarakat dan meninggalkan kesan sewenang-wenang. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved