Breaking News:

All England

Kurniahu Ayah dari Marcus Gideon Berharap Anaknya Tidak Terlalu Lama Larut Dalam Kekecewaan

Banyak pihak yang berharap agar The Minions tidak berlarut-larut dalam kekecewaan, termasuk Kurniahu Gideon, ayah dari Marcus Fernaldi Gideon

Editor: Umar Widodo
Humas PBSI
Kevin/Marcus sudah mengalahkan pasangan Inggris Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen dengan skor 21-12, 19-21, 21-9 sebelum akhirnya diminta mengundurkan diri paksa oleh BWF 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hampir setahun berlatih keras demi meraih juara All England, harapan The Minions sirna setelah tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur usai menang di pertandingan pertama. 

The Minions, julukan pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang sebelumnya berambisi untuk mencetak gelar ketiganya di All England harus kecewa.

Bagaimana tidak, sudah dua kali mereka memenangkan All England yakni tahun 2017 dan 2018, dan baru kali ini mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan di turnamen bulu tangkis sekelas All England.

Padahal, keduanya telah bermain dan menang rubber game dari wakil Inggris, pasangan Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen.

Banyak pihak yang berharap agar The Minions tidak berlarut-larut dalam kekecewaan, termasuk Kurniahu Gideon, ayah dari Marcus Fernaldi Gideon.

Kurniahu (kanan) mantan pebulutangkis dan sekarang pelatih yang juga Ayah dari Marcus Fernaldi Gideon merasa kecewa dengan keputusan BWF meminta paksa tim bulu tangkis Indonesia mundur dari All England 2021
Kurniahu (kanan) mantan pebulutangkis dan sekarang pelatih yang juga Ayah dari Marcus Fernaldi Gideon merasa kecewa dengan keputusan BWF meminta paksa tim bulu tangkis Indonesia mundur dari All England 2021 (Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang)

"Memang mereka  kecewa ya, apalagi mereka telah berlatih keras dan serius menatap All England ini untuk juara yang ketiga kalinya. Tapi saya harap mereka tidak berlama-lama dalam kekecewaan ini. Saya kira satu minggu saja pun sudah cukup," ujar Kurniahu kepada Warta Kota, Jumat (26/3/2021).

Khusus untuk Marcus, Kurniahu menyebutkan putranya ingin langsung pulang ke rumah seusai tiba di Indonesia, Senin (22/3/2021) lalu saking kecewanya.

Hanya saja, Marcus harus jalani karantina mandiri sesuai aturan Indonesia tentang protokoler kesehatan ketat Covid-19 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, jakarta Pusat.

Baca juga: Terkait Kasus di All England 2021, Marcus Fernaldi Gideon Menilai Permohonan Maaf dari BWF Tak Cukup

Baca juga: Marcus Gideon dan Greysia Polii Kritik Keras ke BWF Atas Kejadian Pemunduran Paksa di All England

Baca juga: Dubes Desra Percaya Ambil Langkah Tegas Terkait Mundur Paksa Indonesia di Turnamen All England 2021

"Baru hari ini bisa pulang ke rumah, dan nanti malam saya akan temui dia untuk memberikan semangat," tambah mantan pebulutangkis tunggal putra ranking tujuh dunia era 80'an ini.

Pdahal sebelum berangkat ke Birmingham, Inggris, Marcus sudah menambah jam latihannya bersama ayahnya di GOR Gideon Cibubur setiap akhir pekan terkait persiap ke turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England. 

Tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur di ajang All England oleh National Health Service (NHS) karena satu penerbangan dengan seorang penumpang yang positif Covid-19 dari Istanbul, Turki ke Birmingham, Inggris. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved