Breaking News:

Ada Pelarangan Mudik, Sopir PO Bus Ancang-ancang untuk Curi-curi Operasi

Kebijakan pelarangan mudik Idul Fitri yang dibuat pemerintah diyakini malah membuat sopir nekat untuk kucing-kucingan seperti tahun

Penulis: Desy Selviany | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Desy Selviany
Suasana Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (26/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kenek bus PO Kroya Putra, Jaka (24) menyangsikan kebijakan pelarangan mudik Idul Fitri yang dibuat pemerintah. 

Ia meyakini kebijakan itu malah membuat sopir nekat untuk kucing-kucingan seperti tahun 2020 lalu.

Jaka menceritakan pengalamannya saat mudik Idul Fitri tahun 2020 lalu. Saat itu pertama kalinya mudik dilarang pemerintah karena Pandemi Covid-19.

Baca juga: VIDEO: Jelang Pelarangan Mudik, Masyarakat Penuhi Terminal Terpadu Pulo Gebang

Ketika itu kata Jaka, ia dan sopirnya bingung mencari pemasukan terlebih untuk keperluan ramadhan.

"Alhasil saya bersama sopir saya kucing-kucingan beroperasi saat mudik. Kita kucing-kucingan dengan petugas," ujar Jaka ditemui di Terminal Kalideres, Jumat (26/3/2021).

Jaka mengakui bahwa ia dan sopirnya juga berat saat sembunyi-sembunyi dari petugas razia ketika memaksakan beroperasi mudik.

Baca juga: Tiga Skenario Mudik Lebaran 2020, Skenario Terburuk Pelarangan Mudik Jika Wabah Corona Masih Kuat

Namun langkah itu terpaksa mereka ambil lantaran harus memiliki pemasukan saat lebaran.

Maka dari itu Jaka berharap pelarangan mudik tahun 2020 lalu tidak berulang. 

Sebab kata Jaka hal itu justru akan meningkatkan penularan Covid-19 karena banyak bus yang tidak terawasi.

"Lebih baik juga dibatasi dibanding dilarang. Kalau dibatasi misalnya ada tes-tes Covid-19 begitukan jadi terkontrol semuanya," jelas Jaka.

Baca juga: VIDEO : Ditlantas Polda Metro Jaya Siapkan Skenario Lalu Lintas Jelang Pelarangan Mudik Lebaran

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved