Breaking News:

Wisata Halal

Wisatawan Turun Hingga 73,6 Persen, Pariwisata Halal Janjikan Kebangkitan Wisata di Indonesia

Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri pariwisata halal, di tengah pandemi covid. Bahkan wisata halal janjikann kebangkitan wisata

Editor: Wito Karyono
Istimewa
Forum Dialog Wisata Halal bertajuk “Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia” yang diselenggarakan secara hiybrid daring dan luring, Kamis, 25 Maret 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri pariwisata halal, di tengah pandemi covid.

Wisata yang dikembangkan adalah wisata ramah alam dan kesehatan yang universal, dapat menjadi pilihan wisatawan muslim dan wisatawan lainnya.

“Pariwisata halal itu adalah ekosistem pariwisata ramah muslim (muslim friendly), dengan pelayanan prima (service of exellence) dan mengusung nilai-nilai etika (ethical values),”ungkap Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI, Guntur Subagja Mahardika.

Baca juga: Dukung Jakarta Destinasi Wisata Halal, Bank DKI Bentuk Layanan Keuangan Berskim Syariah

Baca juga: 5 Fakta Kawin Kontrak di Bogor, Disebut Wisata Halal Sampai Viral di Luar Negeri

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Forum Dialog Wisata Halal bertajuk “Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia” yang diselenggarakan secara hiybrid daring dan luring, Kamis, 25 Maret 2021.

Forum yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Baduy Outbood menghadirkan narasumber lain Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Ketua Komisi III DPRD Banten Gembong Sumedi, Rektor Universitas Sultan Agung Tirtayasa Prof Fatah Sulaeman.

Juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Banten Agus Setiawan, Ketua MUI Banten HAM Romly, serta praktisi Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar dan Direktur KEK Tanjung Lesung Poernomo Siawoprasetijo.

Dipandu oleh pengusaha pariwisata Muhammad Hasan Gaido.

Baca juga: Dirut Bulog Budi Waseso: Belum Apa-apa Impor Beras, Ini Masa Panen

Di tengah pandemi covid-19, industri pariwisata adalah sektor yang paling terpukul.

Data BPS menunjukkan penurunan kunjungan wisatawan mencapai 73,60 persen, dari 16,1 juta menjadi 3,8 juta wisatawan.

“Kini diharapkan industri pariwisata dapat menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional karena memiliki multiflier effect yang tinggi”kata Guntur Subagja.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved