Berita Video

VIDEO Penipu Modus Rekrut Karyawan BNI, Dibekuk Polda Metro di Sulawesi Selatan

Pelaku adalah MTN yang dibekuk di kediamannya di Sidenreng Rappang, Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 13 Maret 2021 lalu.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran

WARTA KOTA, SEMANGGI- Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk pelaku penipuan dengan modus manipulasi data melalui media elektronik, yang seolah-olah sedang merekrut karyawan baru untuk Bank Nasional Indonesia (BNI).

Pelaku adalah MTN yang dibekuk di kediamannya di Sidenreng Rappang, Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 13 Maret 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan MTN mengaku sebagai karyawan BNI yang merekrut pendaftaran pegawai Bank BNI melalui website palsu dan email yang dibuatnya.
“Pelaku ini warga disalah satu Kabupaten di Sulsel. Warga disana sering menipu dengan mengaku ‘mama pinta pulsa,” kata Yusri.

Menurut Yusri, untuk melancarkan aksinya melalui website milik pelaku, dicantumkan sejumlah syarat dan meminta uang transportasi sebesar Rp1,7 juta kepada setiap pelamar, juga untuk akomodasi hotel saat seleksi.

"Pelaku meminta uang sebesar Rp1,7 juta sebagai uang transportasi,” jelas Yusri.

Pelaku katanya melakukan aksinya sejak setahun lalu, dan berhasil meraup keuntungan sebesar Rp40 juta. “Sudah beraksi sejak awal tahun 2020 lalu dan meraup Rp40 juta,” ujarnya.
Yusri mengungkapkan, para korban
yang merasa tertipu lalu melapor ke polisi. Tidak hanya BNI, pelaku juga diketahui melakukan penipuan dengan mengaku dari sejumlah perusahaan BUMN seperti PT Pertamina, PT WIKA dan PT Cevron.

Menurut Yusri, polisi yang melakukan penyelidikan menemukan keberadaan pelaku di Sidrap, Sulsel. “Pelaku tidak menempuh pendidikan khusus. Hanya, belajar secara otodidak,” tegas Yusri.

Yusri menghimbau, masyarakat yang akan melamar ke BNI untuk mendatangi kantor BNI setempat untuk menerima informasi yang benar.

“Masyarakat bisa mendatangi kantor PT BNI terdekat dan menanyakan website yang benar," katanya.

Yusri menyebutkan terungkapnya kasus ini berawal pada 1 Februari 2021, dimana kantor pusat BNI didatangi oleh calon pelamar kerja yang mencoba mengkonfirmasi mengenai email yang dia dapatkan dari recruitment.callbni@gmail.com dan berisikan bahwa PT. BANK NEGARA INDONESIA Tbk sedang melakukan rekrutmen karyawan.

"Namun BNI tidak memiliki email tersebut dan tidak mengirimkan undangan terhadap rekrutmen
karyawan BNI untuk kantor BNI Pusat," katanya.

Karenanya kata Yusri, BNI membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

"Kamudian pada Sabtu, 13 Maret 2021, Tim Gabungan dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda
Metro Jaya dan Tim Subdit Resmob Polda Sulawesi Selatan sekitar pukul 05.30 WITA melakukan penangkapan terhadap Tersangka MTN di Sidenreng Rappang Prov. Sulawesi Selatan, yang merupakan selaku pemilik, pengguna, penguasa email
recruitment.callbni@gmail.com," kata Yusri.

Lewat ema itulah katanya pelaku mengirimkan surat undangan rekrutmen karyawan BNI dengan menggunakan logo atau lambang BNI sehingga terlihat seolah-olah dibuat atau diadakan oleh pihak Bank BNI.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved