Breaking News:

Virus Corona Bekasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Akui Sedikit Khawatir Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui ada sedikit kekhawatiran sebelum memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui ada sedikit kekhawatiran sebelum memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Foto dok: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. 

WARTAKOTALOVE.COM, BEKASI SELATAN -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui ada sedikit kekhawatiran sebelum memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

Namun Rahmat menjelaskan, telah mempersiapkan segala sesuatu agar PTM berbasis adaptasi tatanan hidup baru satuan pendidikan (ATHB-SP) bisa digelar dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan guru serta siswa.

"Kekhawatirannya pasti ada, karena itu juga perlu diantisipasi. Sekarang orangtuanya kan tahu, diantar ke sekolah, bawa bekal dan setelah selesai dijemput. Jadi sama-sama diawasi gitu, sehingga kontrol bersamanya itu," tutur Rahmat saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (23/3/2021).

Video: Tilang ETLE di Jakarta Sasar Pengendara Ngebut di Akhir Pekan

Pihaknya juga mengaku tak main-main dalam menentukan 110 sekolah yang diperbolehkan menggelar PTM ATHB-SP.

Syarat utamanya, lokasi sekolah tersebut diharuskan berstatus zona hijau, atau minimal kuning dengan jarak antara sekolah dan rumah pasien berjauhan.

"Misalnya di Kayuringin ada 2 atau 3 orang di RT itu, tapi (tinggal) di ujung sana, jauh dari sekolah, berarti aman dong? Begitu melihatnya," ungkapnya.

Baca juga: Harapan Kadisdikbud Kota Tangsel, Vaksinasi Covid-19 Siswa Sekolah Terlaksana Sebelum KBM Tatap Muka

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kota Depok Tunggu Pengumuman Data Terbaru dari Satgas Covid-19

Terlebih lagi, para guru dan staf di sekolah saat ini menjadi target prioritas vaksinasi Covid-19.

Meski begitu, Rahmat menjelaskan tak ada pamaksaan kepafa orang tua dan siswa dalam mengikuti PTM ATHB-SP.

"Kan gurunya juga sudah divaksin, sehingga kami memotivasi semua, kalau ada 1.000 (yang sudah divaksin), ada 20 orang tua wali yang takut, ya enggak apa-apa, dia (siswanya) melalui daring saja, kami siapkan," kata Rahmat.

Baca juga: VIDEO Pemkot Tangsel Harap Siswa Juga Divaksin Sebelum Belajar Tatap Muka di Sekolah

Halaman
123
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved