Berita Nasional

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemenperin Gelar Diklat 3 in 1 Serentak di 7 BDI se-Nusantara

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemenperin Gelar Diklat 3 in 1 Serentak di 7 BDI. Pelatihan juga diikuti oleh para penyandang disabilitas

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Pembukan Diklat 3 in 1 serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual pada Rabu (24/3/2021). 

Peningkatan nilai investasi dijelaskannya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mendorong komitmen realisasi investasi serta menarik investasi baru pada sektor manufaktur nasional.

Geliat kebangkitan industri manufaktur tanah air salah satunya tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Februari sebesar 50,1 atau berada di level ekspansif. 

Hal tersebut dijelaskannya merupakan prestasi tersendiri di mana selama 6 bulan berturut-turut level PMI Manufaktur Indonesia terus berada di level ekspansif. 

Baca juga: Main Catur Jadi Terapi Atasi Stres dan Depresi, Bisa Relaksasi dan Melepas Beban Sementara Waktu

"Kami yakin ke depan kondisi ini akan terus meningkat menyusul kebijakan-kebijakan yang baru diluncurkan," ujarnya.

Kebijakan tersebut di antaranya, pemberian insentif fiskal penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor. 

Kebijakan yang menurutnya akan meningkatkan kepercayaan pelaku industri dan peningkatan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut dipaparkannya, sejalan dengan kebijakan Pemerintah, Kementerian Perindustrian juga berupaya memulihkan perekonomian dan meningkatkan daya saing industri nasional. 

Antara lain dengan menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). 

Selain itu, implementasi Making Indonesia 4.0, dengan 7 sektor prioritas, yaitu industri makanan & minuman, kimia, tekstil & busana, otomotif, elektronika, farmasi, dan alat Kesehatan serta Pembangunan Pusat Inovasi Digital dan Pengembangan SDM Industri 4.0 (PIDI 4.0). 

Baca juga: Wagub DKI Ariza Sebut Ajang Balap Formula E Kemungkinan Tetap Digelar di Monas Tahun 2022

Kebijakan tersebut diharapkan akan menjadi solusi satu atap penerapan industri 4.0 di Indonesia dan Jendela Indonesia 4.0 untuk dunia.

"Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas," jelas Agus Gumiwang. 

"Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif," tambahnya.

Terkait hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved