Breaking News:

Legenda Timnas

Peri Sandria Malas Nonton Timnas Sepak Bola Sekarang, Pemainnya Tidak Punya Karakter Yang Jelas

Banyak pemain bola saat ini yang seakan kehilangan karakter bermain, dan mengalami inkonsistensi dalam permainannya.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Peri Sandria, legenda Timnas Indonesia dan pemegang rekor striker lokal pencetak gol terbanyak di Liga Indonesia dengan jumlah 34 gol. 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM,JAKARTA - Dunia sepak bola Indonesia saat ini masih menuai kritik dari peman legenda era galatama bahkan era perserikatan. 

Mengingat banyak pemain bola saat ini yang seakan kehilangan karakter bermain, dan mengalami inkonsistensi dalam permainannya.

Tak heran, jika timnas pun terkena imbasnya. Rata-rata pemain begitu memikat di usia 16 tahun hingga U-19 namun mulai kehilangan jati diri kala memasuki usia 23 hingga level senior.

Buktinya adalah banyaknya gonta ganti pemain yang terjadi di timnas di setiap era, sebuah fakta yang menjelaskan banyak pemain jarang bisa mempertahankan dan meningkatkan performanya.

Mantan pemain bola Indonesia Peri Sandria saat ditemui di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2021). Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu penyerang lokal terbaik yang pernah dimiliki sepak bola Indonesia pada era 90an. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Mantan pemain bola Indonesia Peri Sandria, namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu penyerang lokal terbaik yang pernah dimiliki sepak bola Indonesia pada era 90an (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Inilah mengapa seorang Peri Sandria, legenda timnas Indonesia era 90an malas menonton kompetisi lokal dan pertandingan timnas.

"Saya tidak suka sepak bola yang bermain tanpa karakter. Tidak menarik. Meski saya tidak menonton bola Indonesia, namun perkembangannya tetap saya pantau," bukanya kepada Warta Kota baru-baru ini.

Tak hanya soal karakter, mental pun menjadi sorotan oleh pencetak rekor striker lokal dengan 34  gol.

Menurutnya, mental pemain era saat ini, jauh berbeda dengan era 90an. Begitu pula dengan motivasi bermain bola yang berbeda.

Baca juga: Peri Sandria Mantan Striker Timnas Indonesia: Era Kami, Membela Timnas Jiwa Ksatrianya Seperti ABRI

Baca juga: Cerita Peri Sandria Soal Usil Bek Lawan Terhadap Dirinya, Dari Sikut Sampai Tusuk Pake Jarum Pentol

"Karena zaman dulu kompetisinya keras ya, dan mental pemain benar-benar jadi. Boleh dibilang kompetisi kala itu setengah tiang, saat wasit tak melihat, saling sikut dibelakang hal biasa. Tapi tidak ada niat mencederai. Belum pula saat masuk ke timnas, seleksinya begitu ketat, dan benar-benar menguji fisik," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved