Breaking News:

Peri Sandria, Legenda Timnas Indonesia 90-an Kini Ogah Ngikutin Sepak Bola Indonesia, Ini Alasannya

Peri Sandria, legenda timnas Indonesia era 90-an ogah menonton kompetisi lokal serta permainan timnas.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Mantan pemain bola Indonesia Peri Sandria saat ditemui di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2021). Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu penyerang lokal terbaik yang pernah dimiliki sepak bola Indonesia pada era 90an. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sepak bola Indonesia saat ini masih menuai kritik dari para legenda era galatama bahkan era perserikatan. 

Mengingat banyak pesepak bola saat ini yang seakan kehilangan karakter bermain dan mengalami inkonsistensi permainan.

Tak heran, jika timnas pun terkena imbasnya.

Rata-rata pemain begitu memikat di usia 16 tahun hingga U-19 namun mulai kehilangan jati diri kala memasuki usia 23 hingga level senior.

Baca juga: Korban Termuda Krisis Myanmar Jatuh, Bocah 7 Tahun Tewas Ditembak Mati Aparat Junta Militer

Buktinya adalah banyaknya gonta ganti pemain yang terjadi di timnas di setiap era, sebuah fakta yang menjelaskan banyak pemain jarang bisa mempertahankan dan meningkatkan performanya.

Inilah mengapa seorang Peri Sandria, legenda timnas Indonesia era 90-an ogah menonton kompetisi lokal serta permainan timnas.

"Saya tidak suka sepak bola yang bermain tanpa karakter. Tidak menarik. Meski saya tidak menonton bola Indonesia, perkembangannya tetap saya tahu," tuturnya kepada Warta Kota baru-baru ini.

Baca juga: Liga 1 2020 Dihentikan, Legenda Sepak Bola Indonesia dan Persija Dukung Keputusan PSSI

Tak hanya soal karakter, mental pun menjadi sorotan oleh pencetak rekor striker lokal dengan gol terbanyak (34) ini.

Menurutnya, mental pemain era saat ini, jauh berbeda dengan era 90'an. Begitu pula dengan motivasi bermain bola yang berbeda.

"Karena zaman dulu kompetisinya keras ya, dan mental pemain benar-benar jadi. Boleh dibilang kompetisi kala itu setengah tiang, saat wasit tak melihat, saling sikut dibelakang hal biasa. Tapi tidak ada niat mencederai. Belum pula saat masuk ke timnas, seleksinya begitu ketat, dan benar-benar menguji fisik," tambahnya.

Baca juga: Ahok Lebih Pilih Punya Nama Baik Ketimbang Disebut Legenda Politik

Bicara motivasi, Peri menjelaskan pemain era dulu yang tak membahas soal uang, hal yang sulit untuk terulang lagi disaat ini.

Tak heran jika sejak pencapaian sepak bola seperti medali emas Sea Games 1991 silam, masih sulit untuk diraih oleh timnas hingga saat ini.

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved