Breaking News:

Percasi Sebut Laga Dewa Kipas vs GM Irene Bukan Momentum Kebangkitan Dunia Percaturan Indonesia

Sekjen PB Percasi menyebut laga Dewa Kipas vs Irene hanyalah pertandingan persahabatan yang tidak ada kaitannya dengan agenda atau program Percasi.

TWITTER
Laga catur GM Irene Sukandar vs Dewa Kipas yang digelat Deddy Corbuzier trending topic. Laga itu juga sukses trending di Youtube dan memperoleh banyak view. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertandingan persahabatan Dadang Subur alias Dewa Kipas melawan grand master Irene Sukandar yang disiarkan langsung lewat youtube Deddy Corbuzier memang secara tidak langsung menaikkan pemberitaan olahraga catur di Indonesia.

Hanya saja, pertandingan yang digelar, Selasa (23/3/2021) kemarin ini ternyata tak bisa disebut sebagai momentum untuk mengembangkan olahraga catur Indonesia.

Hal ini dijelaskan oleh Sekretaris Jendral PB Percasi, Hendri Hendratno.

Baca juga: Suami Tusuk Teman yang Berhubungan Intim dengan Istrinya, Padahal 2 Bulan Menumpang di Rumahnya 

Baca juga: Korlantas Siap Luncurkan SIM Online Nasional, Perpanjang Masa Berlaku SIM Bisa dari Rumah

Baca juga: Sophia Latjuba Unggah Foto Pakai Baju Renang, Langsung Dibanjiri 2.700 Komentar, 50 and Still Hot

"PB Percasi memang terdukung untuk publikasi catur lewat viralnya Dewa Kipas vs Irene. Tetapi jika disebut bagaimana PB Percasi menjaga momentum dunia catur lewat viralnya laga kemarin tidak tepat ya. PB Percasi itu untuk pembinaan dan kami punya program atau agenda tersendiri," ujarnya kepada Warta Kota, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, Laga Dewa Kipas vs Irene hanyalah pertandingan persahabatan yang tidak ada kaitannya dengan agenda atau program Percasi.

Jauh sebelum laga Dewa Kipas vs Irene, Percasi sendiri punya program turnamen catur 15 seri, dimana 11 seri telah dimainkan lewat online, dan sisanya dilanjutkan April mendatang.

Turnamen resmi ini pun akan dihitung hasilnya oleh Percasi. Sedangkan laga Dewa Kipas tidak masuk pada raihan poin di catur.

Selain catur online, Percasi juga tengah mempersiapkan atletnya guna mengikuti Sea Games 2021.

Tak hanya itu, agenda catur junior pun tengah disiapkan Percasi.

"Tahun ini kejuaraan nasional junior usia tujuh hingga 19 tahun di Bangka Belitung pada Juli. Target peserta sekira 500 hingga 800 pemain. Tentu kami berharap kondisi semakin membaik sehingga nantinya bisa digelar secara offline," katanya.

"Indonesia juga sebagai tuan rumah kejuaraan catur junior tingkat Asia yang tempatnya di Bali. Itu Oktober mendatang, usia yang bermain tujuh hingga 18 tahun. Jadi tanpa laga kemarin pun, program serta agenda Percasi telah ada," tambahnya.

Dalam kejuaraan catur junior Asia, Percasi menyebutkan sekira 30 negara akan hadir, dan target pesertanya sekira 500 pemain.

Baca juga: Lelahnya Warga Perumahan Duta Harapan-Telaga Mas Bekasi, 24 Tahun Jalan Rusak Berat Luput Perbaikan

Baca juga: BIKIN MALU, Oknum Polisi Terima Setoran Rp500 Ribu Per Bulan dari Bandar Narkoba, Ini Kronologinya

Baca juga: Cerita Anies Nongkrong di Warkop, Malah Ditanya Pegawai Bea Cukai, Bapak Kerja di Mana?

Sedangkan untuk agenda tahunan, Percasi terus mengadakan kejurnas, dan di level provinsi, ada pula kejurprov, dan ada pula kejuaraan catur tingkat kabupaten.

"Jadi Percasi sudag ada program dan agenda tahunan ya. Jadi tidak tepat menyebut laga kemarin menjadi momentum bagi kami untuk memajukan catur. Tentu kembali lagi ke program kami," tutupnya. (m21)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved