Virus Corona Bekasi

15 Orang di Bekasi Terpapar Covid-19 Setelah Suntikan Pertama Vaksin, Ini Penjelasan Dinkes

Terdapat 15 orang target vaksinasi yang positif terpapar Covid-19 setelah suntikan pertama, kata Dezy Syukrawati.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati. 

WARTAKOTALIVE.COM, MEDAN SATRIA -- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Dezy Syukrawati menjelaskan, terdapat 15 orang target vaksinasi yang positif terpapar Covid-19 setelah suntikan pertama.

"Ada tapi enggak banyak, sekitar 10-15 orang yang positif. Baru satu kali suntik," tutur Dezy saat dikonfirmasi, Rabu (24/3/2021).

Dezy menjelaskan dalam kasus tersebut, seorang target vaksinasi biasanya sudah lebih dulu terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Video: Perdana, Pemkot Depok Gelar Vaksinasi Drive Thru untuk Tenaga Pendidik

Mereka juga lolos proses skrining lantaran berada dalam kondisi sehat saat mendapatkan suntikan termin pertama.

Padahal, virus Covid-19 di dalam tubuhnya masih dalam tahap inkubasi sehingga belun menimbulkan gejala ringan atau berat.

"Karena dia disuntiknya pada masa virus itu inkubasi. Misalnya saya hari ini sudah terpapar, tapi karena enggak ada gejalanya, saya kan enggak tahu, lalu besoknya disuntik," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 Indonesia 19 Maret 2021: 4.959.063 Dosis Pertama, 2.068.400 Suntikan Kedua

Baca juga: VIDEO Dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Kedua, Begini Kata Anthony Sinisuka Ginting

Beberapa hari setelah itu, pasien tersebut baru merasakan gejala. Setelah diperiksa, ia pun positif terpapar Covid-19.

"Kemudian besoknya saya periksa PCR, ya ternyata positif," ucap Dezy.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Akui Sedikit Khawatir

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui ada sedikit kekhawatiran sebelum memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

Namun Rahmat menjelaskan, telah mempersiapkan segala sesuatu agar PTM berbasis adaptasi tatanan hidup baru satuan pendidikan (ATHB-SP) bisa digelar dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan guru serta siswa.

Baca juga: Dewan Masjid Indonesia Berencana Jadikan Masjid Lokasi Vaksinasi, Ini Kata Wali Kota Jakarta Pusat

"Kekhawatirannya pasti ada, karena itu juga perlu diantisipasi. Sekarang orangtuanya kan tahu, diantar ke sekolah, bawa bekal dan setelah selesai dijemput. Jadi sama-sama diawasi gitu, sehingga kontrol bersamanya itu," tutur Rahmat saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (23/3/2021).

Pihaknya juga mengaku tak main-main dalam menentukan 110 sekolah yang diperbolehkan menggelar PTM ATHB-SP.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved