Otomotif

Era Mobil Listrik Masuk Indonesia, Hankook Tire Siapkan Ban Ramah Lingkungan Hemat BBM

Hankook Tire secara bertahap sedang mengembangkan ban eco-friendly yang mengurangi penggunaan bahan bakar dengan membatasi resistensi rotasi

dok. Hankook Tire
Ban Hankook Ventus S1 Evo 3 EV untuk versi all-electric vehicles, yang menjadi original equipment dari merk mobil listrik sport asal Eropa, Porsche Taycan sejak tahun 2020 lalu. 

Ban juga punya peran penting dalam mempertahankan kualitas ini, tergantung dari desain tapak, pengaturan blok, pengaturan pitch, dan optimalisasi grip yang dikembangkan secara khusus.

“Ban dengan pola alur lateral (lateral groove) dinilai mampu mengurangi kebisingan secara signifikan,” ungkap Yoonsoo Shin.

Indonesia butuh waktu adaptasi mobil listrik

Meskipun inisiatif global sudah cukup digencarkan oleh Hankook Tire, namun Indonesia masih membutuhkan waktu untuk adaptasi terhadap penerimaan mobil listrik.

Yoonsoo Shin menilai, tantangan memasarkan mobil listrik di Indonesia adalah masih minimnya kesadaran masyarakat menggunakan produk otomotif yang ramah lingkungan. 

“Sebelum beralih sepenuhnya ke ekosistem mobil listrik, masyarakat bisa mengenal ban yang eco-friendly dan merasakan manfaatnya sendiri saat digunakan berkendara,” ungkapnya.

Kembangkan ban eco-friendly

Kini, Hankook Tire secara bertahap sedang mengembangkan ban eco-friendly yang mengurangi penggunaan bahan bakar dengan membatasi resistensi rotasi dan menggunakan produk sampingan minyak, seperti karet sintesis, karbon hitam, dan minyak sintetis yang lebih ramah lingkungan.

Hankook Kinergy Eco2 misalnya yang sesuai untuk pengguna mobil MPV, LCGC, hingga SUV dengan menawarkan kenyamanan berkendara dan keiritan bahan bakar.

Berharap regulasi mobil listrik di Indonesia segera berlaku

Hankook Tire berharap regulasi mobil listrik di Indonesia bisa segera berlaku dan ekosistem mobil listrik dalam negeri semakin terbentuk.

Saat ini, Hankook Tire terus berinovasi menciptakan ban yang memiliki kinerja maksimal dalam setiap kondisi dan sesuai dengan pasar di Indonesia.

Yang tidak kalah penting adalah ketersediaan komponen penunjang mobil listrik yang memiliki nilai ekonomis, bukan hanya dari segi harga saja, tetapi juga usia pakai, semakin awet ban maka akan mengurangi biaya pengelolaan mobil listrik yang selama ini dianggap mahal.

“Beberapa tipe ban regular yang sudah eksis seperti segmen ultra-high performance sebetulnya mampu memenuhi kebutuhan mobil listrik untuk pemakaian harian. Konsumen tinggal memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” ungkap Yoonsoo Shin. (dip)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved