Breaking News:

Berita Video

VIDEO  Antar Pesanan 1,7 Kg Sabu Senilai Rp 2 Miliar, Kurir Narkoba Dibekuk di Tanjung Priok

"Dari mana sabu ia peroleh dan siapa orang yang menyuruh Z ini, masih kami dalami. Termasuk kami buru juga, orang yang akan menerima sabu dari Z di

WARTA KOTA, SEMANGGI - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil membekuk Z (47), seorang kurir sabu yang hendak menyelundupkan sabu sebanyak 1,783 Kg senilai Rp Miliar ke daerah Sulawesi, Kamis (4/3/2021).

Z ditangkap di Pelabuhan Penumpang Tanjung  Priok, Jakarta Utara, Kamis pukul 09.00. Dalam tas ranselnya di dapati narkotika jenis sabu sebanyak 1,78 kg senilai sekitar Rp 2 Miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan dari pengakuannya Z diminta mengantarkan sabu sebanyak 1,783 ke Sulawesi dengan imbalan Rp 20 Juta.

"Dari mana sabu ia peroleh dan siapa orang yang menyuruh Z ini, masih kami dalami. Termasuk kami buru juga, orang yang akan menerima sabu dari Z di Sulawesi sana. Ini semua masih kami kembangkan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/3/2021).

Ia menyatakan penggagalan penyelundupan sabu ke Sulawesi ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya.

"Bahwa ada seorang pelaku 
tindak penyalahgunaan narkotika jenis Sabu di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta," kata Yusri.

Karenanya kata dia, Kasubdit 3 
Ditresnarkoba PMJ, AKBP Awaludin Amin, langsung memerintahkan tim Unit 4 Subdit 3 pimpinan Kanit 
Kompol Malvino Edward Yusticia, untuk melakukan penyelidikan.

"Hasilnya pada Kamis, 4 Maret 2021, tim menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan dan 
pengamatan. Hasil penyelidikan sekitar pukul 09.00 WIB tim melihat orang mencurigakan di pintu 
pengecekan tiket di area Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok," kata Yusri.

Kemudian katanya tim menangkap orang tersebut yang diketahui bernama Z dan berhasil menyita barang bukti Meth/Shabu 1.783 gram atau 1,7 Kg, yang disembunyikan di dalam tas ranselnya.

"Selanjutnya tersangka Z berikut barang bukti, kami amankan ke Ditresnarkoba Polda Metro Jaya 
untuk dilakukan pemerikasaan dan penyidikan lebih lanjut," kata Yusri.

Karena perbuatannya kata Yusri, tersangka Z dijerat Pasal 112 ayat (2) Subsider pasal 115 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ancaman pidana penjara 
seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved