Breaking News:

Pelonggaran Wisata

Sandiaga Uno Siap Buka Kembali Kegiatan Wisata, Event Boleh Dilakukan dengan Protokol Kesehatan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, berupaya untuk menggairahkan kembali pariwisata dan kegiatan event.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Valentino Verry
warta kota/mochammad dipa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan keterangan pers terkait pembukaan kembali kegiatan pariwisata saat konferensi pers virtual Hybrid Weekly Press Brief, Senin (22/3). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Guna kembali menggeliatkan industri Pariwisata Indonesia di tengah Pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang mempersiapkan pembukaan kembali pariwisata di Batam dan Bali dalam waktu dekat.

Namun, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, masih ada sejumlah tantangan seperti pembatasan-pembatasan sosial dan pembatasan dalam berwisata.

“Masih ada beberapa tantangan yang berkaitan dengan presisi atau pembatasan sosial dalam berwisata oleh karena itu kita menyiapkan secara fokus dan terukur langkah-langkah pembukaan pariwisata di Bali dengan meningkatkan jumlah vaksinasi setelah adanya kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pulau Dewata pekan lalu,” ungkap Sandi saat konferensi pers virtual Hybrid Weekly Press Brief, Senin (22/3).

Seperti kita ketahui, sebut Sandiaga, Kementerian Kesehatan sudah mengirim 290.000 dosis vaksin ke Pemprov Bali dan akan ditingkatkan jumlah vaksinator. “Harapannya Juli sekitar 2-3 juta warga Bali bisa vaksinasi,"ungkapnya.

Baca juga: Jelang Pembukaan Pariwisata Bali, Sandiaga Uno: 5.000 Pegawai Bandara I Gusti Ngurah Rai Divaksin

Baca juga: Toilet-Pantai Kuta Bersih dan Layak, Sandiaga Uno : Jadi Awal Kebangkitan Pariwisata Bali

Baca juga: Realisasi Harapan Jokowi Bangkitkan Parekraf Bali, Sandiaga Uno Finalisasi Kebijakan Travel Corridor

Pembukaan travel corridor arrangement

Tak hanya Bali, Sandi juga menyebutkan hal yang sama juga akan diterapkan di Batam dan Bintan dan akan dilakukan inisiasi dari pembukaan travel corridor arrangement yang melibatkan Lagoi dan Nonsa.

"Harapannya sama agar sektor pariwisata dengan mengacu kepada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin akan mampu bergerak, menggeliat, membuka lapangan kerja dan memastikan ekonomi," kata dia.

Event dilakukan dengan prokes ketat

Terkait dengan pembukaan kembali kegiatan pariwisata, Sandi juga menyampaikan bahwa saat ini penyelenggaraan event sudah mulai dibuka. Hanya saja, ia menegaskan, setiap event yang digelar harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Event-event sudah mulai bergerak, dan saya selalu ingatkan bahwa prokes adalah suatu keniscayaan dan Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan seluruh pihak mulai dari Pemerintah Provinsi/kota/kabupaten, kepolisian dan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, sehingga event-event yang besar sampai yang event kecil sudah mulai dapat dilakukan dengan prokes ketat dan displin,” ucap Sandi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved