Breaking News:

PSBB Bekasi

Hindari Kecemburuan Sosial, Siswa SMPN 2 Kota Bekasi Belajar di Sekolah Pakai Baju Bebas

Hindari Kecemburuan Sosial, Siswa SMPN 2 Kota Bekasi Belajar di Sekolah Pakai Baju Bebas. Berikut Selengkapnya

Warta Kota
Suasana kelas saat dimulainya PTM berbasis ATHB-SP di SMPN 2 Kota Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (22/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - SMPN 2 Kota Bekasi jadi salah satu sekolah yang kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bekasi pada Senin (22/3/2021).

Meski begitu, para murid dianjurkan untuk mengenakan pakaian bebas di hari pertama masuk sekolah setelah terhenti selama kurang lebih setahun.

Kepala SMPN 2 Kota Bekasi, Rudy Winarso menjelaskan terdapat alasan khusus, sehingga pihaknya menganjurkan para siswa mengenakan pakaian bebas.

"Karena di Bekasi belum semuanya mendapatkan kesempatan, mungkin kan ada yang kesiapan sekolahnya belum, lingkungannya mungkin masih belum siap atau orangtuanya ada yang belum siap," kata Rudy saat ditemui pada Senin (22/3/2021).

Rudy menjelaskan apabila nantinya masyarakat melihat anak-anak pergi sekolah, dikhawatirkan akan memantik kecemburuan sosial di kawasan tersebut.

"Sehingga untuk menghindari kecemburuan sosial pakai seragam, biasa saja yang rapih dan sopan, sehingga tidak ada kecemburuan, karena memang belum semua sekolah untuk bisa menyelenggarakan," ungkapnya.

Baca juga: Jelang Ramadan Pemprov Banten Kembali Perpanjang Penerapan PSBB Hingga 30 Hari Mendatang

Hari ini, terdapat tiga rombongan kelas (rombel) dari 10 kelas per satu angkatan di SMPN 2 Kota Bekasi yang menggelar PTM berbasis adaptasi tatanan hidup baru satuan pendidikan (ATHB-SP).

Satu kelas hanya diisi oleh 16 murid dari total kapasitas daya tampung sebanyak 36 orang.

"Sementara ini hanya kelas 7 saja, besok kelas 8, besoknya lagi kelas 9. Satu kelas kan maksimal 18 orang, kami pada saat hari ini hanya 16 orang yang kita panggil," ujarnya.

Baca juga: Jenazah Warga Ditolak, Politisi PDIP Minta Anies Baswedan Evaluasi Kinerja Anak Buahnya

Pihaknya sekolah juga mengurangi durasi jam pembelajaran dari yang awalnya selama 45 menit setiap mata pelajaran, menjadi 25 menit saja.

"Satu mata pelajaran hanya 25 menit, sehingga kegiatan berakhir jam 11 siang. Kami sisipkan waktu istirahat satu kali pada pukul 09.45," ujar Rudy.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Bekasi menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) berbasis adaptasi tatatan hidup baru satuan pendidikan (ATHBP-SP), Senin (23/3/2021).

Hal tersebut tercantuk dalam Surat Edaran Nomor : 421/2624/Disdik.set/III/2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan di Kota Bekasi.

Sebanyak 88 SD negeri dan swasta serta 22 SMP negeri yang menggelar PTM terbatas.

Ada pun syarat utama untuk bisa menyelenggarakan PTM yakni sebuah sekolah berada di kawasan zona hijau atau kuning Covid-19. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved