Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Djoko Tjandra Mengaku Korban Penipuan Pinangki dan Andi Irfan Jaya, Jaksa: Tidak Berdasar

Jaksa membantah Djoko sebagai korban penipuan dalam perkara pengurusan fatwa MA, yang dilakukan jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Djoko Tjandra didampingi kuasa hukumnya melakukan nota keberatan atau pleidoi atas tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman 2 tahun penjara. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim menolak nota pembelaan (pleidoi) Joko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, terdakwa dugaan korupsi pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Hal itu disampaikan JPU dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (22/3/2021), dengan agenda membacakan replik atas tanggapan pleidoi terdakwa atas tuntutan hukuman 4 tahun penjara dari jaksa.

Jaksa membantah Djoko sebagai korban penipuan dalam perkara pengurusan fatwa MA, yang dilakukan jaksa Pinangki Sirna Malasari dan rekannya, Andi Irfan Jaya, mantan politikus Partai NasDem.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Sisa 10, Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Bali

Menurut jaksa, berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi dalam persidangan, terungkap pertemuan antara Djoko dengan Pinangki dan Andi, dilakukan dalam rangka meminta pengurusan fatwa MA.

Agar, yang bersangkutan bebas dari jerat pidana dalam kasus hak tagih atau cassie Bank Bali.

"Terlihat jelas kesamaan kehendak yang kemudian menjadi kesepakatan antara terdakwa dengan Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan jaya."

Baca juga: Penelitian Terbaru: 64 Persen Orang Terinfeksi B117 Kemungkinan Meninggal, Vaksin Pfizer Efektif

"Bahkan terdakwa juga meminta untuk dibuatkan proposal agar terdakwa Djoko Tjandra mengetahui langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan dalam rangka meminta fatwa MA," beber jaksa.

Terlebih, jaksa meyakini adanya biaya yang disetorkan oleh Djoko untuk pengurusan fatwa MA, dengan langkah awal sebuah action plan sebagaimana permintaan Djoko.

"Diwujudkan dalam action plan dengan biaya awal 1 juta dolar AS, dan terdakwa bersedia berikan DP 500 ribu dolar AS yang dibayarkan melalui Herriyadi Angga Kusuma (almarhum, selaku adik ipar Djoko Tjandra)."

"Sehingga kami berpendapat bahwa pembelaan yang menyatakan terdakwa sebagai korban penipuan sangat tidak mendasar, sehingga harus dikesampingkan," ucap jaksa.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved