Protokol Kesehatan

Benyamin Davnie Bangga pada Kepatuhan Warga Kota Tangsel Terhadap Protokol Kesehatan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan tingkat kepatuhan warga sudah melampaui target. Karena itu, Benyamin memberikan apresiasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Selain PSBB, Pemkot Tangsel juga melakukan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan sejak 22 Maret 2021 hingga 14 hari ke depan. 

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan perpanjangan kebijakan PSBB dan PPKM ditargetkan untuk dapat menurunkan kasus penyebaran dan penularan infeksi covid-19 di wilayah kerjanya. 

Kendati wilayah Kota Tangsel telah terkategori sebagai zona kuning dalam peta risiko penularan dan penyebaran kasus infeksi covid-19 dalam skala nasional. 

"Kalau target kita kan bukan saja masuk zona kuning, tetapi pandemi ini selesai gitu kan. Makanya kalau melihat itu PPKM dan PSBB harus kita perpanjang lagi, walaupun kondisinya sekarang mulai membaik ya," kata Benyamin di Gedung DPRD Kota Tangsel, Setu, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Mikrofon Karaoke Dipakaikan Masker, Pengusaha Karaoke Siap Aktif dan Jalankan Protokol Kesehatan

Baca juga: Dituding Sengaja Halangi Kuasa Hukum HRS Masuk Ruang Sidang, PN Jaktim Berkilah Protokol Kesehatan

Baca juga: Panglima TNI: Disiplin Protokol Kesehatan Senjata Utama Kita Lawan Covid-19

Pria yang akrab disapa Ben ini menuturkan, saat ini tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) covid-19 terus mengalami pertumbuhan. 

Menurutnya, peningkatan itu terjadi saat kebijakan PPKM masif diberlakukan pada di wilayah Kota Tangsel.

"Kalau melihat dari angka kepatuhan sudah sangat baik 87,6 persen kepatuhan terhadap prokes melampaui target kita 85 persen," ujarnya.

"Kemudian juga angka kesembuhan 89 persen, angka kematian sekarang menurun di bawah empat persen, yang tadinya 4,1 persen terus kemudian penggunaan tempat tidur baik ICU, maupun isolasi itu sudah sangat menurun di kisaran angka 70 sampai 74 persen jauh dibawah perkiraan kita," lanjutnya.

"Kalau melihat kondisi itu semakin bagus kondisi kita," imbuh Benyamin.

Benyamin pun angkat bicara terkait sejumlah keluarga apartur sipil negara (ASN) dan DPRD yang kedapatan mengikuti program vaksinasi covid-19 pada tahap dua ini. 

Ia mengaku pihaknya telah melakukan penelusuran dugaan salah sasarannya program vaksinasi covid-19 pada tahap dua yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Kota Tangsel pada 16 Maret 2021. 

Menurut Ben, pihaknya telah menyampaikan hasil temuannya kepada Ombudsman Provinsi Banten terkait keikutsertaan keluarga ASN dan DPRD Kota Tangsel pada program vaksinasi covid-19 tahap dua. 

"Itu tidak benar karena mekanisme kita saya sudah sampaikan ke Ombudsman yang pertama mekanisme di kita itu pendaftaran nama per nama. Jadi kalau di luar nama per nama karena tidak bisa dilayani karena dosis vaksinnya enggak ada," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved