Breaking News:

Pedagang Sembako di Bogor Karawang Ramai-ramai Dukung Petani, Tolak Rencana Pemerintah Impor Beras

Menurut dia, stok beras di gudang Bulog juga banyak sehingga kemungkinan harga beras tidak naik saat Ramadan nanti.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Harga Sembako di Kabupaten Bogor mulai merangkak naik jelang puasa Ramadhan 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG --- Rencana kebijakan pemerintah mengimpori 1 juta ton beras dalam waktu dekat ini dipandang ironis.

Sebab saat ini sedang terjadi panen raya di sentra-sentra penghasil beras di tanah air.

Asrul (25), pedagang beras di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, mengaku tidak mempermasalahkan kebijakan itu.

“Selagi itu untuk baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, saya pikir tidak masalah,” kata Asrul kepada Wartakotalive.com, Jumat (19/3/2021).

Sebagai pedagang, lanjut dia, mereka akan mengikuti harga pasar saat membeli dan menjual beras.

Namun, tentu saja pemerintah harus memperhatikan nasib petani.

“Saat ini kan lagi panen raya di beberapa daerah. Kalau impor, tentunya akan menekan harga gabah dan beras di tingkat petani. Kasihan mereka,” ujarnya.

Dia berharap kebijakan ini ditinjau ulang karena stok beras saat ini masih melimpah.

“Stok beras kayaknya cukup banyak. Buktinya harga masih stabil saat ini,” ungkapnya.

Asrul menjual beras pada kisaran Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved