Breaking News:

Partai Politik

Kisah Gede Pasek Menolak Disuruh Pilih Anas Urbaningrum Atau SBY, Akhirnya Kehilangan Jabatan

Gede Pasek mengatakan kejadian itu bermula saat perseteruan di internal Partai Demokrat terjadi antara Anas dan SBY.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Gede Pasek Suardika mengaku sempat mendapat tekanan agar membelot dari Anas Urbaningrum. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gede Pasek Suardika (GPS), loyalis Anas Urbaningrum sekaligus mantan kader Partai Demokrat, mengaku sempat mendapat tekanan agar membelot dari Anas.

Gede Pasek mengatakan kejadian itu bermula saat perseteruan di internal Partai Demokrat terjadi antara Anas dan SBY.

Anas yang dianggap tidak loyal, berusaha disingkirkan dari posisi ketua umum kala itu.

Baca juga: Orang yang Mengidap 28 Jenis Penyakit Penyerta Ini Boleh Divaksin Covid-19, Termasuk HIV dan Asma

Lantas, Gede Pasek diminta menemui mantan Menteri ESDM Jero Wacik di rumah dinas menteri di Widya Chandra. Jero Wacik kala itu baru saja pulang dari Cikeas.

"Saya pernah mengalami sebuah tekanan untuk meninggalkan Anas."

"Posisi saya masih Ketua Komisi III DPR."

Baca juga: LIVE STREAMING Sidang Rizieq Shihab: Meski Terdakwa Menolak Online, Persidangan Tetap Digelar

"Waktu itu Pak Menteri ESDM Jero Wacik manggil saya."

"Beliau manggil saya ketika beliau habis dari Cikeas," ujar Gede Pasek, saat berbincang dengan Tribun Network, Jumat (19/3/2021).

Singkat cerita, Jero Wacik meminta Gede Pasek menentukan pilihan, apakah akan tetap bersama Anas Urbaningrum atau membelot ke kubu Cikeas.

Baca juga: Pakai Kartu Pers, Neno Warisman Ikut Liput Sidang Rizieq Shihab

"Pasek kamu harus pilih, kamu milih SBY atau Anas?" Tanya Jero Wacik yang ditirukan kembali oleh Gede Pasek.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved