Breaking News:

OTT KPK

Dugaan Keterlibatan Ditjen Pajak Kasus Suap PT Jhonlin Baratama, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan sejumlah barang bukti terkait dugaan suap Ditjen Pajak Kementerian Keuangan

Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive.com
Menkeu buka suara soal dugaan keterlibatan Ditjen Pajak dengan kasus suap dengan PT Jhonlin Baratama Foto Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati di Gedung Juanda I Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017). 

Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap siapa saja yang telah dijerat sebagai tersangka. 

Di sisi lain, sejauh ini awak media masih berusaha mengkonfirmasi hal tersebut ke manajemen PT Jhonlin Baratama dan Haji Isam

Keduanya sejauh ini belum memberikan merespons ketika ditanya melalui WhatsApp.

Sri Mulyani anggap penghianatan 

Menteri Keungan Sri Mulyani nampak murka ketika mengetahui adanya praktik suap hingga puluhan miliar di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Di mana kasus suap puluhan miliar di Direktorat Jenderal Pajak itu terjadi saat seluruh masyarakat menghadapi covid-19.

Kasus suap miliar rupiah itu pun disebut Sri Mulyani telah melukai perasaan dari seluruh jajaran pegawai.

Baca juga: APA ITU PBG? Pengganti IMB yang kini Telah Dihapus dan Tidak Diperlukan lagi Pemilik Bangunan

Baca juga: Cuma 1 Ronde, Ternyata Ini Dia Petarung Satu-satunya yang Berhasil Bikin KO Khabib Nurmagomedov

Baca juga: Pesawat United Airlines Terpaksa Menunda Penerbangan karena Semua Penumpang Mendadak Batuk

Sri Mulyani mengatakan, pegawai Kementerian Keuangan telah dan terus dan akan berpegang pada prinsip-prinsip integritas dan profesionalitas.

"Apabila dugaan tersebut terbukti, ini merupakan suatu penghianatan bagi upaya seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan yang tengah dan terus berfokus untuk melakukan pengumpulan penerimaan negara," ujarnya saat konferensi pers "Pengusutan Dugaan Kasus Suap" secara virtual, Rabu (3/3/2021) dikutip dari Tribunnews.

Menurut dia, pajak adalah tulang punggung dari penerimaan negara dalam kondisi Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19.

"Jelas kita membutuhkan dan terus menjaga agar pemulihan ekonomi terjadi dan penerimaan negara terus diupayakan," kata Sri Mulyani.

Penerimaan negara, lanjutnya, dapat mendukung masyarakat di dalam menghadapi Covid-19 dan mendukung dunia usaha untuk pulih kembali.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved