Breaking News:

Prostitusi Online

Diduga Buat Lokasi Prostitusi Online, Wali Kota Tangerang Ancam Akan Tutup Hotel Alona Tangerang

Pemkot Tangerang secara tegas menyatakan akan memberikan sanksi bagi hotel yang terbukti secara hukum melakukan penyimpangan seperti praktik esek-esek

Tribunnews
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah ancam tutup Hotel Alona bila terbukti untuk praktek prostitusi online 

Sentanu mengatakan ada belasan wanita terjaring Polda Metro Jaya pada Selasa (16/3/2021).

"Memang ternyata ada penggerebekan asusila dan itu setelah penangkapan jam 1 dini hari dibawa ke Polda Metro Jaya. Ya kira-kira ada 17-an orang (wanita)," ujar Sentanu.

Menurut dia, praktik prostitusi di hotel itu melalui aplikasi MiChat yang memang sudah terkenal menjadi media sosial esek-esek di Indonesia.

Baca juga: Jadwal Salat Magrib Jabodetabek Sabtu 20 Maret 2021, Ini Bacaan Niat, Doa Dilengkapi Tata Cara Salat

Sentanu tidak tahu persis sudah berapa lama artis Cynthiara Alona menjadikan hotel miliknya menjadi sarang bisnis lendir.

"Jadi kan zaman sekarang itu kan ada aplikasi yang namanya MiChat, jadi di aplikasi itu mereka jualan online," terang Sentanu.

Banyak Perempuan Berpakaian Seksi Bawa Pria ke Hotel Cynthiara Alona
Ia mengaku kalau warga sering resah dengan praktik prostitusi tersebut.

Tak sedikit warga yang mengadu kepada Sentanu.

Lantaran banyak wanita berpakaian seksi sering kali membawa pria ke dalam hotel tersebut.

"Warga resah dengan keberadaan hotel yang dijadikan tempat prostitusi itu mas," ujar Sentanu.

"Ya kembali lagi, kalau perizinan lingkungan, kalau benernya itu harus ada tanda tangan persetujuan dari tetangga kiri dan kanan."

"Tapi dari yang dari pihak pemilik tidak pernah melakukan," tambah Sentanu.

Baca juga: Jadwal Salat Asar Jabodetabek Sabtu 20 Maret 2021, Lengkap dengan Bacaan Niat, Doa Hingga Cara Salat

Suasana Hotel Cynthiara Alona Usai Digrebek Polisi

Sebagai informasi, hotel ini berlokasi di Jalan Lestari, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Walau membawa nama hotel tapi berlokasi di tengah perumahan warga.

Sudah berada di tengah perumahan warga, lokasi hotel tersebut sedikit tersembunyi dari jalan raya.

Bahkan, suasana di sekitar hotel tersebut sangat sepi tidak ada satu motor pun yang mondar-mandir.

Di depannya pintunya, terlihat sangat jelas tulisan 'BUKA' atau 'OPEN'.

Pintu bisa dibuka secara leluasa, tapi tidak ada satu orangpun resepsionis di depan hotel.

Satpam atau petugas keamanan pun tidak sama sekali terlihat.

Baca juga: Tim All England Indonesia Dizalimi, Anthony Ginting Mengaku Shock, Bandingkan dengan Liga inggris

Anehnya lagi, walau suasana tampak sepi, tampak banyak kendaraan terparkir di sana.

Ada satu mobil berwarna merah, juga beberapa motor yang terparkir di hotel tersebut.

Garis polisi pun tidak tampak sama sekali mengelilingi hotel.

Polda Metro Jaya sudah mengiyakan menggerebek hotel tersebut dan menangkap si pemilik.

"Kayaknya masih buka, ini bukan mobil warga soalnya," kata warga sekitar yang enggan dicantumkan namanya.

Warga mengakui ada penggerebekan, tapi setelah itu tidak terlihat aktivitas sama sekali.

"Tapi kendaraannya beda-beda mas, tiap hari ganti yang parkir," sambung dia.

Penjelasan Polisi Tentang Prostitusi di Hotel Cynthiara Alona

Baca juga: Aprilio Perkasa Manganang Trending, Reaksi Netizen: Jadi Ganteng, Gagah, Macho, dan Bikin Terpesona

Polisi memberikan penjelasan terkait penangkapan bintang film dan model Cynthiara Alona, dan dua orang lainnya terkait kasus dugaan prostitusi online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan kalau pihaknya memiliki dua alat bukti yang cukup, untuk menjerat Cynthiara Alona sebagai tersangka kasus dugaan prostitusi.

Meskipun Cynthiara Alona hanya sebagai pemilik hotel, namun wanita berudia 35 tahun itu mengizinkan hotelnya jadi tempat prostitusi.

"Modus operandinya, karena covid-19 dia (Cynthiara Alona) ingin hotelnya tetap ramai pengunjung. Karena selama covid-19, hotelnya sepi penghuni," kata Yusri Yunus dalam jumpa pers 'Pengungkapan Kasus Eksploitasi Anak', di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (19/3/2021).

"Jadi, CCA (Cynthiara Alona) mengizinkan hotelnya menjadi tempat pencabulan atau prostitusi," tambahnya.

Baca juga: Terkuak Kemarahan Besar Angel Lelga hingga Berujung Cerai, Melihat Vicky Ciuman dengan Wanita Lain

Yusri menyampaikan modus Cynthiara Alona bersama dua tersangka lainnya, AA pengelola hotel dan DA adalah mucikari, menawarkan wanita anak dibawah umur menjual diri atau Booking Online (BO).

"Tarifnya yang dipasang oleh mucikari kepada pria hidung belang terhadap korban wanita anak dibawah umur sebesar Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta," ucapnya.

Tarif tersebut, berapapun hasilnya, diungkap Yusri ada pembagian jatah untuk mucikari, joki, pengelola, sampai ke pemilik hotel yakni Cynthiara Alona.

"Nah pemesanan dan memasarkan wanita dibawah umur ini lewat aplikasi media sisial MiChat," tambahnya.

Yusri menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan, Cynthiara Alona menjadikan Hotelnya tempat prostitusi selama tiga bulan lamanya.

"Baru tiga bulan menurut pengakuannya. Cuma kami tidak percaya, kami masih menelusuri dan melakukan pendalaman. Karena jejak digital tidak akan hilang," jelasnya.

Oleh karena itu, Cynthiara Alona bersama dua tersangka lain dijerat dengan Pasal 88 UU No 35 tahun 2014 atas perubahan UU 23 tahun 2002.

"Ancamannya minimal 10 tahun kurungan penjara," ujar Yusri Yunus.

Diberitakan sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan di Hotel Alona di kawasan Kreo, Tangerang Selatan, Selasa (16/3/2021) terkait prostitusi online.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan Cynthiara Alona diduga terlibat prostitusi online di hotel tersebut. Hotel itu juga milik Cynthiara.

Baca juga: Jadi Tersangka di Kasus Bumiputera, Nurhasanah Pernah Jabat Anggota DPRD hingga Penasehat Musik Rock

Psikis Cynthiara Alona Terganggu

Sudah tiga hari bintang film dan model Cynthiara Alona mendekam didalam penjara, atas kasus dugaan prostitusi online.

Kuasa hukum Cynthiara Alona, Agustinus Nahak mengungkapkan kondisi kliennya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan karena sudah dua kali masuk bui.

"Kondisinya mba Alona baik dan sehat," kata Agustinus Nahak ketika dihubungi Warta Kota, Jumat (19/3/2021).

Meski sehat, diakui Nahak kalau w

Cynthiara Alona kini ditahan polisi lantaran hotel miliknya diduga menjadi tempat praktik layanan prostitusi
Cynthiara Alona kini ditahan polisi lantaran hotel miliknya diduga menjadi tempat praktik layanan prostitusi (Istimewa)

anita berusia 35 tahun itu psikis kliennya terganggu karena terlibat kasus dugaan prostitusi online.

"Jadi begini, soal psikis terganggu atau tidak, siapapun yang namanya berurusan dengan hukum sudah pasti terganggu," ucapnya.

Meski psikisnya terganggu, Nahak memastikan kalau Cynthiara Alona akan mengikuti proses hukum yang berjalan dengan kooperatif dan sebaik mungkin.

"Jadi kita harapkan proses hukum berjalan dengan baik dan lancar," ujar Agustinus Nahak.

Diberitakan sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan di Hotel Alona di kawasan Kreo, Tangerang Selatan, Selasa (16/3/2021) terkait prostitusi online.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan Cynthiara Alona diduga terlibat prostitusi online di hotel tersebut. Hotel itu juga milik Cynthiara.

Saat ini, Cynthiara Alona sudah jadi tersangka bersama pengelola hotel dan mucikari, yakni AA dan DA yang terancam 10 tahun kurungan penjara. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda/Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hotel Milik Cynthiara Alona Jadi Tempat Prostitusi, Warga Resah, Kerap Tertimpa Kondom Bekas, 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved