Breaking News:

Rencana Impor Beras, Pedagang Beras di Bogor Ingatkan Pemerintah Agar Perhatikan Nasib Petani

Pedagang beras di Bogor santai menanggapi rencana pemerintah mengimpor beras meski sebagian kalangan menilai kebijakan itu ironis disaat panen lokal.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Max Agung Pribadi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana aktivitas pekerja mengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (29/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, PARUNG - Pemerintah berencana mengimpor 1 juta ton beras dalam waktu dekat ini.

Kebijakan ini tentu saja ironis karena saat ini sedang terjadi panen raya di sentra-sentra penghasil beras di Tanah Air.

Lalu, apa kata pedagang beras di Kabupaten Bogor.

Asrul (25), pedagang beras di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, mengaku tidak mempermasalahkan kebijakan itu.

Baca juga: Buwas Tak Gentar Sebut Dua Sosok Menteri yang Beri Perintah Impor Beras saat Stok Masih Menumpuk

“Selagi itu untuk baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, saya pikir tidak masalah,” kata Asrul kepada Wartakotalive.com, Jumat (19/3/2021).

Sebagai pedagang, lanjut dia, mereka akan mengikuti harga pasar saat membeli dan menjual beras.

Namun, tentu saja pemerintah harus memperhatikan nasib petani.

Baca juga: Tanpa Takut, di Depan Anggota DPR Buwas Bongkar Dua Sosok Menteri yang Instruksikan Impor Beras

“Saat ini kan lagi panen raya di beberapa daerah. Kalau impor, tentunya akan menekan harga gabah dan beras di tingkat petani. Kasihan mereka,” ujarnya.

Dia berharap kebijakan ini ditinjau ulang karena stok beras saat ini masih melimpah.

“Stok beras kayaknya cukup banyak. Buktinya harga masih stabil saat ini,” ungkapnya.

Baca juga: Jelang Panen Raya, AB2TI Nilai Tidak Ada Alasan Impor Beras

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved