Breaking News:

LPSK Upayakan Tuntutan Ganti Rugi Uang Bagi 15 Remaja Budak Seks di Hotel Artis Cynthiara Alona 

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban memastikan perlindungan kepada 15 remaja perempuan yang dijadikan budak seks artis Cynthiara Alona.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Keterangan pers kasus eksploitasi anak oleh artis Cynthiara Alona, Jumat (19/3/2021) di Polda Metro Jaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Livia Iskandar memastikan bahwa pihaknya memberi perlindungan kepada 15 remaja perempuan yang dijadikan budak seks dalam kasus prostitusi online di Hotel Alona di Kreo, Kota Tangerang, milik artis Cynthiara Alona.

Perlindungan dan pendampingan katanya diberikan dengan berkordinasi bersama sejumlah pihak. "Mulai dari P2TPA2 Kementerian PPA, KPAI hingga pihak lainnya. Perlindungam diberikan selama proses hukum kepada para pelaku berjalan," ujat Livia di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Prostitusi Online di Hotel Cynthiara Alona, Pengedar Narkoba di Bogor Terjatuh dan Tewas

Selain itu kata dia dalam kasus ini pihaknya akan berupaya memasukkan restitusi pidana sebagai sanksi kepada para pelaku, untuk memberikan ganti rugi pembayaran ke 15 anak korban prostitusi online tersebut.

"Restitusi atau pembayaran ganti rugi kepada korban akan melalui penetapan pengadilan. Karenanya kami akan berkordinasi dengan jaksa dalam kasus ini, dimana ada 3 tersangka yang sudah ditetapkan polisi," kata Livia.

Restitusi kata dia merupakan pembayaran ganti kerugian yang dibebankan kepada pelaku, berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas kerugian materiil dan atau immateriil yang diderita korban atau ahli warisnya atau keluarga.

Baca juga: Cynthiara Alona Meringkuk di Penjara Kasus Prostitusi Online, Begini Kondisinya Menurut Kuasa Hukum

"Kemudian untuk besaran ganti ruginya, akan dinilai oleh tim penilai LPSK agar dimasukkan ke Jaksa dalam tuntutan," katanya.

Restitusi atau ganti rugi ini kata Livia cukup penting, karena korban dipastikan mengalami penderitaan dan trauma dari apa yang dilakukan pelaku.

"Juga keluarga pasti memerlukan biaya untuk antar anaknya bolak balik pemeriksaan, disamping trauma karena sudah dieksploitasi oleh pelaku," ujar Livia.

Baca juga: Cynthiara Alona Lewat Pengacaranya Minta Penahanan Ditangguhkan Meski Status Tersangka

Seperti diketahui Polda Metro Jaya telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus prostitusi online sekaligus eksploitasi anak, yang terjadi di Hotel Alona di Kreo, Kota Tangerang, milik artis Cynthiara Alona.

Ketiga tersangka adalah BA selaku mucikari, artis Cynthiara Alona selaku pemilik hotel dan AA selaku pengelola hotel.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved