Breaking News:

Tanggul Darurat Sungai Citarum Kembali Amblas, Warga Pebayuran Tunggu Tindaklanjut BBWS Citarum

Tanggul darurat Sungai Citarum yang dibangun setelah jebol saat curah hujan tinggi pada Sabtu 20 Februari 2021, kembali amblas.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Camat Pebayuran Hanief Zulkifli saat meninjau lokasi tanggul darurat di Sungai Citarum yang amblas hingga 80 centimeter. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Warga Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi masih menunggu tindaklanjut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum terkait amblasnya tanggul darurat di tepi Sungai Citarum yang dibangun beberapa waktu lalu.

Tanggul darurat itu dibangun setelah jebol saat curah hujan tinggi pada Sabtu 20 Februari 2021.

Tanggul itu dibuat dari tumpukkan tanah yang dimasukkan ke dalam karung yang kemudian disusun. Lalu, susunan karung itu kembali ditimbun oleh tanah kemudian ditutupi geotekstil. Namun, akibat hujan yang kembali mengguyur Pebayuran, tanggul darurat itu kembali amblas.

Baca juga: VIDEO Pos Polisi Amblas Jatuh ke Sungai di Simpangan Depok, Seorang Polantas Luka-luka

Niman (46) warga setempat mengatakan tanggul darurat itu amblas usai diguyur hujan pada Kamis (11/03) malam.

Hingga kini kerusakan tanggul tersebut tak kunjung diperbaiki.

“Dari waktu amblas itu belum diperbaiki, sekarang amblasnya tambah parah,” kata dia, pada Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Rumah Warga Korban Tanggul Jebol di Pebayuran Mulai Dibangun, Diharapkan Rampung Sebelum Lebaran

Warga, sambungnya, sangat berharap tanggul darurat tersebut segera diperbaiki bahkan dibuat permanen.

“Karena disini kan tanahnya labil jadi rawan longsor. Kalau kita masyarakat ya maunya segera dibuat permanen,” tuturnya.

Mamun (38) anggota BPD Sumberurip mengatakan selain tanggul darurat yang amblas, persoalan lain yang harus segera ditindaklanjuti oleh BBWS Citarum adalah galian bekas pembangunan tanggul.

Baca juga: Rumah Warga Hanyut Terbawa Banjir Akibat Tanggul Sungai Citarum Jebol Mulai Dibangun

Sebab apabila hujan, lokasi yang sebelumnya berdiri rumah warga itu berubah menjadi kubangan air dengan kedalaman hingga 60 sentimeter.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved