Breaking News:

Sindikat Pemalsu Meterai Senilai Rp 37 M Terbongkar Setelah Polisi Bandara Soetta Curigai Hal Ini

“Peredarannya menggunakan kargo yang harusnya bisa dilakukan pembelian melalui PT Pos Indonesia,” ucapnya pada Rabu (17/3/2021).

Sindikat Pemalsu Meterai Senilai Rp 37 M Terbongkar Setelah Polisi Bandara Soetta Curigai Hal Ini
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang mengungkap kasus peredaran meterai palsu Rp10 ribu yang telah merugikan negara senilai Rp37 miliar. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus pada Rabu (17/3/2021).

WARTAKOTALIVE.COM, BANDARA --- Kasus peredaran meterai palsu Rp 10 ribu yang merugikan negara senilai Rp 37 miliar diungkap jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus yang turut hadir dalam rilis pengungkapan kasus tersebut menjelaskan pengungkapan kasus ini dilakukan di area Bandara Soekarno-Hatta tepatnya di Kecamatan Benda, Kota Tangerang pada 7 Maret 2021 sekira pukul 15.00 WIB.

Kawanan polisi Polresta Bandara Soetta pun berhasil menangkap enam dari tujuh pelakunya.

Mereka yakni SRL, WID, SNK, BST, HND, dan ASR. Sementara satu tersangka berinisial MSR masih dalam pencarian.

Yusri mengatakan, penegahan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta ini dilakukan dari kecurigaan petugas karena adanya kiriman meterai melalui kargo.

“Peredarannya menggunakan kargo yang harusnya bisa dilakukan pembelian melalui PT Pos Indonesia,” ucapnya pada Rabu (17/3/2021).

Kepolisian pun mendapati adanya satu boks berisi meterai Rp 10 ribu palsu yang hendak dikirimkan ke luar Provinsi.

Padahal, Perum Peruri baru meluncurkan meterai baru senilai Rp 10 ribu pada akhir Januari 2020.

Yusri menerangkan, dari peredaran meterai palsu senilai Rp10 ribu tersebut negara ditaksir merugi sampai belasan miliar rupiah.

Para tersangka yang diringkus mengaku sudah melakukan aksi kriminalnya selama 3,5 tahun. Sehingga kerugian negara ditaksir mencapai Rp 37 miliar.

Direktur Humas Direktorat Jenderal Pajak, Nelmardin Noer mengapresiasi langkah Polresta Bandara Soekarno-Hatta dengan adanya pengungkapan kasus ini.

Menurutnya, pajak dan meterai merupakan pendapatan yang nantinya akan diberikan dan peruntukan untuk pendapatan negara.

Para tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 253 KUHPidana dan atau Pasal 257 KUHPidana, dan atau Pasal 24.

Serta Pasal 25 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai dengan ancaman pidana hukuman penjara maksimal tujuh tahun dan denda Rp 500 juta.

Baca juga: Berdekatan dengan Karawang dan Bogor Satgas Covid-19 Instruksikan Seluruh Faskes Waspadai Virus B117

Baca juga: Penataan Kawasan Danau Duta Harapan Jadi Tempat Wisata Minim Dana, Disparbud Butuh Bantuan Swasta

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved